Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, September 23, 2013

Menjaga Iman di Era Post-Modernisme

“Demi masa, manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal shalih, saling menasihati dalam Haq (kebenaran) dan kesabaran” .Ya rob....Baru ku sadari, bahwa era ini tidaklah lebih baik dari era sebelumnya, katakanlah di era penjajahan secara fisik, dimana bangsa Indonesia tertindas oleh kolonial beratus-ratus tahun lamanya sejak Belanda Inggris dan Jepang. Kini, Era yang menurut hemat saya semakin bertambah tidak jelas arah. Sebab semua orang atas dasar kebebasan telah melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa memperdulikan lagi batasan-batasan norma. Bahkan ironis, ketika nilai Agama juga sudah tidak lagi menjadi jalan hidup. Sungguh berat sekali rasanya menjaga Iman di era kebebasan ini. Mirip era syahwat dimana semua orang berlomba-lomba mencari keuntungan secara besar-besaran dengan pelbagai cara apapun. Syahwat korupsi telah menjebak para politisi kita kedalam praktek yang tidak fair. Syahwat kekuasaan telah menutup visi untuk mensejahterakan bangsa, sebab hanya kepentingan politik golongan saja lah yang sebenarnya lebih diprioritaskan. Syahwat kebinatangan telah menjebak generasi muda kedalam jurang pergulan bebas, free sex, narkoba, krisis multidimensi, hedonisme, kesempitan pikir, acuh tak acuh. Sungguh sangat membahayakan bagi masa depan umat manusia mana kala semua hal diatas terjadi di era ini. 
Disi lain, banyak terjadi pendangkalan Iman. sebagian orang terjebak pada propaganda persatuan dan kesatuan umat namun atas nama Agama tanpa menyelidiki apakah Islam membernarkan penyatuan agama? toleransi dalam Islam bukanlah dalam bentuk pembenaran Agama2. Sebab Islam Adalah Agama yang di bawa Nabi akhir zaman yaitu Nabi Muhammad SAW bagi umatnya sebagai satu-satunya way of life (jalan hidup umat Islam) yang harus diyakini kebenarannya. amal shalih yang tidak dilandasi Iman kepada Allah juga tidak dibenarkan dalam Islam, sehingga, apapun perbuatan baik berupa kepedulian sosial, jalinan kasih sayang, yang hanya berlandaskan moral semata tidak ada Iman di dalamnya, maka ini sia sia belaka. Sebab pada hakikatnya dalam Islam, amal perbuatan adalah bentuk nyata dari konsekuensi iman, sehingga amal shalih apapun bentuknya harus ada Iman sbg landasannya sehingga tujuan amal semata-mata hanya untuk keridhaan allah SWT, bukan untuk moral semata. 
Iman kaum mukmin di era syahwat ini sungguh sangat di uji. Tentu ujian yang tidak lebih mudah dibanding ujian para mujahid di masa Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam. Dimana ada sebagian yang lemah imannya merasakan berat untuk ikut terjun di medan Jihad (perang melawan kaum kafir/musyrik). Ujian keimanan di era sekarang ini sungguh multidimensi, dimana segala sisi kehidupan umat manusia sudah diliputi segala kebobrokan moral, penipuan, syahwat, kesenjangan sosial, keserakahan. Iman tidak bisa dibeli di supermarket, sebab iman merupakan dimensi metafisik yang hanya mampu didapatkan oleh mereka yang tulus ikhlas menyembah Allah swt selama hidupnya. Konsekuensi dari pengakuan Iman tidak pernah mengizinkan atas segala penyimpangan dan dua hal yang berbeda antara kebaikan dan keburukan. Iman menghendaki pemiliknya untuk selalu memegang janji keimanannya dan selalu berpegang teguh terhadap pengakuan keimanannya. Karena itulah pengakuan iman ini sangat tidak mudah untuk dijaga dan dilakukan.
Hanya mereka yang kembali kepada Nilai Agama dan mengamalkanya selama hidupnya lah yang insya Allah selamat dari segala fitnah era Dajjal ini. Semoga kita kaum muslimin diselamatkan dari fitnah Dajjal yang sudah menyebar disegala lini kehidupan kita saat ini. Marilah kita senantiasa menjaga iman kita hingga akhir hayat kita. Allah Swt tidak menyia-nyiakan keimanan kita di akhirat nanti. Di hari penghakiman dimana siapa yang menipu akan mendapatkan balasan, siapa selalu hidup lurus akan mendapatkan surga dan sebaliknya yang tidak lurus akan mendapatkan api membara di neraka, na’uduzbillah min dzalik. Biarlah kita dianggap menjadi orang yang aneh dan asing karena sikap kita yang lurus di jalan Allah, daripada menggadaikan Iman kita demi secuil keinginan dunia yang tidak abadi. Sebab apa  yang kita harapkan bukanlah kebahagiaan dunia saja, namun masa depan di hari keabadian yaitu akhirat. Di akhir zaman nanti, hamba yang shalih akan dianggap asing oleh kaumnya. Betapa ini gambaran tentang parahnya situasi saat itu. Namun sebagai hamba yang shalih, tidaklah peduli akan anggapan orang jika apa yang dia lakukan adalah jalan menuju keridhaan Allah. Dibanding harus celaka dan mendapatkan murka Allah swt. Wallahu a’lam.


Thursday, February 2, 2012

Masa Bimbang pun Datang


Tak ku sadari ternyata hal itu nyata, Dimasa kanak-kanak dalam pikiranku tak’ pernah terlintas ingin menjadi apa, menginjak remaja mulailah satu demi satu masalah muncul, masa-masa puber telah mendorongku tuk selalu ingin tahu dan ingin tahu hal-hal baru. Kadang semua hal baru selalu menarik buat ku. Tak pernah terpikir apakah ini baik atau buruk kah buat masa depanku?.
Kini menginjak dewasa setelah segala hal seolah ku ketahui semua, justru seakan menjadi beban berat yang harus ditanggung. Masa-masa kuliah memang ada senang dan susah. Rasa senang ketika prestasi demi prestasi bisa diraih, segudang pengalaman di dapat. Teman apa lagi, asal mau sering-sering berangkat ke kampus sudah bisa ditebak pasti banyak teman baru. Rasa sedihnya disaat

Sunday, November 28, 2010

Sejauh mana kepekaan Jiwa mu Terhadap Kebenaran?

Pertanyaan diatas muncul dari dalam hatiku ketika aku dalam keadaan bingung, serba salah aku mempertanyakan pada diriku tentang apa yang telah aku lakukan selama ini?, aku merasa terseret arus rutinitas yanng deras tiada kenal lelah, pikiran dan tenaga terkuras untuk beraktifitas yang ku rasa tiada memberi kemanfaatan pada diriku kecuali hanya sedikit.

Akhir-akhir ini aku merasakan ada sesuatu yang ilang dari batinku, yaitu sebuah potensi kepekaan batin atau jiwa, selama ini aku seolah mengabaikan suara hati nurani karena aku terlalu sibuk pada materi sehingga sesuatu yang bersifat ruhani menjadi sedikit-demi sedikit lenyap, kesadaran akan eksistensi seorang hamba yang lemah dan tiada daya ini seharusnya di tanamkan dan di hujamkan kuat-kuat kedalam kalbu supaya menjadi filter atau penyaring segala macam kelalaian yang menyebabkan aku semakin jauh dari nilai-nilai kebenaran. Aku takut apa yang selama ini kulakukan menyebabkan jauhnya diriku pada Allah swt, semoga saja tidak demikian.

Aku merasa kepekaan jiwaku tiada seberapa dalam memahami kebenaran, untuk bisa menangkap hikmah dibalik segala kejadian tidaklah mudah, hal ini aku sangat memerlukan latihan dan usaha terus menerus dengan tujuan demi ber-muhasabah diri yaitu mengambil Ibrah pelajaran dan demi memperoleh Ridha dari Allah swt. Sebab ketika aku berusaha untuk senantiasa berjalan pada pondasi kebenaran maka hal ini adalah sebuah jalan keselamatan sebagaimana yang di contoh kan baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau senantiasa bersikap dan berakhlak sesuai dengan risalah Yang diterima dari allah swt berupa wahyu yang tiada keraguan di dalamnya.

Wahai saudaraku, marilah kita bersama-sama mengasah kepekaan batin kita untuk mampu merasakan sebuah kebenaran yang hak dan berusaha untuk menjalankannya, dan mampu memilah-milah mana yang hak dan mana yang batil sehingga kita tidak terjerumus kepada kesesatan dan kedzaliman. Semoga Allah swt senantiasa melimpahkan Rahmad Taufik dan hidayah kepada kita semua, amin.

*******______________________********

Meratap.......


Menangis lah wahai jiwa yang bersih karena merasakan manisnya iman, kalbu yang lembut dan sejuk, itulah sebuah kebahagiaan hakiki, yang mahal harganya tidak semua orang mampu merasakannya apa lagi mencapainya karena masih terkungkung dalam lingkaran kedzaliman dan kemaksiatan yang dilakukan baik secara sengaja maupun tidak sengaja, sadar maupun tidak, dan hatinya masih bersekongkol dengan hawa nafsu rendah.

Ada beberapa faktor yang dapat melembutkan hati manusia yang mungkin s tidak banyak manusia mampu melakukannya karena butuh proses yang panjang dan mencoba mencarinya, yaitu:
*Senantiasa membaca al qur’an dengan hati hadir dan merasakan sepenuhnya apa yang sedang dibaca, berhenti sejenak untuk memperdalam pemahaman dari penggalan ayat yang dibacanya, hal ini akan semakin mempertebal iman dan yakin bahwa al qur’an adalah wahyu yang benar dan pedoman yang sempurna.
• Senantiasa berdzikir khofy atau dzikir samar- samar dalam hati, hal ini bagi mereka para ahli dzikir samar, mampu merasakan adanya penjagaan Allah padanya di setiap saat dimanapun dia berada. Karena dia bersama allah, dan (asma Allah) selalu dalam ingatannya.
• Senantiasa mengambil hikmah dari setipa kejadian yang dialami sehari-hari baik kejadian yang menyedihkan, menyenangkan dan mengharukan.

Itulah diantaranya obat hati dan jiwa yang sedang sakit dan keras agar sembuh dan berubah menjadi lembut dan mudah menangkap hikmah.

Semoga kita diberi Rahmad dan taufiq oleh Allah SWt agar mampu melaksanakan apa yang saya tulis diatas sehingga batin kita benar-benar menjadi lembut dan mudah menerima kebenaran. Amin.

Wednesday, November 17, 2010

Siapa Yang Kau Cari di Dunia Ini?




By kang_bagus al jamily

Tahukah kita bahwa apa sebenanrya hakikat muara dari seluruh cabang aliran air kehidupan ini? Kalo kita renungkan hakikatnya kita akan ketemu pada kemahakuasaan dzat yang maha pencipta, yaitu allah swt. Ketika batin ini telah mampu merasakan nilai-nilai ketuhanan maka akan sangat mudah kita menangkap setiap fenomena yang terjadi di jagad raya ini bahwa dibalik semua itu ada dzat yang tersembunyi yang senatiasa mengatur keberlangsungan hukum alam yang telah tunduk dan patuh dibawah kekuasaanNYA.
Para sufi dan ahli hikmah al ‘arif billah telah jauh lebih dulu memahami eksistensi dirinya dihadapan allah (eksistensi makhluk terhadap sang khalik.) Yaitu tiada lain melainkan hanya untuk menyembahNYA. Mereka mengetahui dan sadar dengan sepenuhnya bahwa segala sesuatu telah diatur olehNYA. Kita tinggal melaksanakannya apa yang telah menjadi aturan ilahi dan tunduk patuh sebagaimana makhluk ciptaanNYA yang lain seperti hewan, tumbuhan, malaikat dimana bukti ketundukan mereka dalah bertasbihnya dalam setiap saat dengan tasbih yg tiada dipahami oleh manusia.
Beruntunglah bagi siapa saja yang mampu menangkap makna dibalik segala sesuatu dari hasil ciptaan ini, tidak berhenti pada lapisan kulit terluar tetapi mampu menyelami hakikat yang terdapat dalam setiap kejadian dan fenomena yang ada. Sehingga pada ujungnya engkau akan menemukan keputusan yang sebagaimana di senandungkan oleh nabiyulloh ibrahim ‘alaihis salam, dia berkata:” sungguh shalatku, ibadah, hidupku, matiku, adalah milik Allah semata,’’ kita milik allah dan kita akan dikembalikan lagi kepada NYA pada waktu yang telah di rencanakan olehNYA.
Seorang pecinta tiada pernah tentram hatinya manakala dia terpisahkan dengan kekasih yang di cintainya, bahkan dia akan berlaku aneh sebab saking gandrungnya pada yang di cinta, begitulah sifat seorang hamba dengan tuhannya, dia akan senantiasa bersamanya di setiap keadaan apapun di tempat manapun, dan di posisi apapun. Jangan engkau membanyangkan bersama tuhan lantas manunggal secara materi( fisik) bukan, tetapi kesadaran batinnya lah yang menyatukan kehendaknya dengan kehendak tuhannya. Dia senatiasa bersama sang kekasih dengan tiada jemu menyebut-nyebut tentang kekasihnya dimanapun dia berada, dia tak peduli apapun yang terjadi, asalkan semua itu tak menggangu hubungan baik dia dengan kekasih.

Sekali lagi hakikatnya kita semua ini akan menuju kepada yang satu yaitu tunggal al ahad. Dalam mengenal Allah, kita akan tergantung dengan kesiapan batin kita untuk mengenalNYA. Allah swt adalah tuhan yang eksistensinya tersembunyi, dia dapat kita rasakan kehadirannya dengan kepekaan batin dan rasa kita, bukti kekuasaanya yang tersebar di alam dunia ini adalah media NYA untuk mengenalkan eksistensi diriNYA di hadapan para makhluk seluruh jagad raya.

Wahai kasih (fatamorgana)

Wahai kasih

By kang_bagus al jamily

Sampai saat ini q teringat dirimu. walau kau jauh disana aku tetap ingat dirimu, ada daya gravitasi yang cukup kuat mendorong ingatanku untuk mengingatmu. duhai yang hinggap di kalbuku, mengapa rasa rindu ini begitu tajam merasuki kalbuku, wajahmu takkan pernah pudar membawa pesona cerah dan teduh. Q seolah ingin senantiasa bersamamu di setip waktu tapi itu mustahil, kini kau telah jauh disana nan jauh laksana air yng mengalir meresap kedalam pori pori tanah dan lenyap sekejap tanpa sisa setetes pun, padahal setetes itu adalah lebih dari cukup berharga bagiku.

Wahai kasih, Tiada lagi goesaan tinta yang aku tulis tentangmu karena dirimu telah lenyap di hadapanku, aku tak mampu lg menggambarkan bagaimana keadaanmu saat ini, masih ingatkah dikau pada ku? Masih cintakah dikau pada ku? Tiada jawaban yaang ku terima hingga batiku bergumam,’’sudahlah tidak usah terlalu dalam merisaukan dia, bagaimanapun jua dia hakikatnya bukanlah milik siapa siapa, dia akan menentukan jalannya sendiri, begitu juga dirimu, kamu sebaiknnya menentukan jalan hidupmu, untuk masa depanmu,’’. aku mengerti apa maksud kalbuku, aku di minta agar melupakannya dan menganggapnya sebagai hayalan dan aku harus bangun dr khayalan yang menggelisahkan itu.

Sulit memang, aku telah terlanjur menjebur ke dalam air sungai cinta dengan si dia, baiklah aku sadari memang semua itu lamunan ku selama ini yang terlalu muluk untuk aku gapai, rasanya tiada mungkin di dunia yang segalanya bisa aku peroleh. Kecuali nanti di alam keabadian, dengan kehendak NYA. Walau demikian aku kan berusaha melupakannya dan melupakannya seiring dengan arus putaran bumi.

Wahai kasih, selamat jalan semoga engkau senantiasa dinaungi rahmadNYA. sekarang lakukanlah apa yang menjadi cita-cita, buanglah pikiran tentangku dlm sanubarimu. Relakan aku pergi dari kalbumu untuk waktu yang tak tahu entah akan kembali pd mu atau selamanya kita takkan bersama lagi, mari kita berjalan pada jalannya masing masing menggapai cita-cita, pergilah dimanapun kau suka, di ufuk timur mentari pagi telah menyambutmu untuk mencapai masa depan yang cerah, sedangkan aku kan selalu menapaki jalan terjal dan berliku-liku di saat berpisah darimu untuk waktu yang tiada pasti, walau demikian aku pun tak mau menyerah begitu saja dengan keadaan yang sulit, walau aku tiada berpunya apapun hanya sebatas bekal perjalanan secukupnya.

Aku optimis suatu saat nanti aku bisa mengejar mereka yang lebih dulu berlari dari keterkungkungan asmara cinta yang tak bertepi ini ke luar dan menggapai cakrawala pengalaman dan wawasan kehidupan yang sebenarnya dan bukan fiktif belaka. Mereka yang sadar bahwa menjalin asmara tanpa ada ikatan pernikahan adalah hanya akan menambah sederet masalah dari berbagai segi, katakanlah segi moral, etika, terbentur dengan aturan norma sosial agama dll.

Wahai akum muda, sadarlah kesenangan sesaat yang namanya cinta itu telah melalaikan akal kesadaran batin kita untuk berdiri diatas nilai-nilai kebenaran yang hakiki. Akhirnya kita terjebak pada kepentingan kepentingan duniawi yang ujung-ujungnya adalah kepuasan sesaat yang melahirkan penyesalan bukan hanya di dunia saja namun terbawa hingga di akhirta kelak, Na’udzuubillahi Mindzalik

Sunday, November 14, 2010

Marhaban Ya Id Adha.......


Gmbr : Humorbendol.com
************

Kita akan merayakan hari raya idul adha, seluruh umat islam di dunia juga akan merayakannya. ada sesuatu yang berbeda hari raya tahun ini yaitu dikala bangsa Indonesia terkena musibah gunung meletus, Sunami, banjir di wasior, nah...moment yang tepat bagi para jamaah yang mau berqurban, daging sapi atau kambing hendahnya di salurkan kepada mereka yang benar benar membutuhkan seperti para pengungsi merapi, banjir dan stunami insya allah jika demikian indonesia akan semakin menjadi negara yang bersolidritas tinggi.

Qurban adalah bentuk kepedulian seorang hamba kepada sesama, sudah seharusnya niat baik ini benar-benar dari hati yang tulus, kemudian yang terpenting adalah bagaimana qurban ini tepat sasaran. saya membayangkan kalo seluruh warga yang sudah berkewajiban berqur'an di daerah perkotaan mau segera mengeluarkan qurbannya dan di salurkan kepada fakir miskin di daerah daerah terpencil insya allah kesenjangan sosial akan sedikit menurun. setidaknya rakyat miskin dapat menikmati daging qurban pada hari raya id ini walau hanya setahun sekali.

mari kita makna hari raya qurban tahun ini sebagai momentum untuk saling berbagi keceriaan untuk memper erat tali silaturrahmi dan akhirnya masyarakat yang aman tentram akan tercapai amin.

Monday, April 19, 2010

Pikir Sebelum Bertindak

Tulisan ini adalah buah refleksi diri pribadi saya bukan bermaksud menggurui atau sok suci...!!
selamat membaca semoga mendapat hikmah.

Wahai diri ku.....
Betapa banyak perbuatan anda yang sia-sia belaka manakala anda selalu bertindak tanpa dasar akal dan hati nuranimu. Bodoh amat anda ini. Sudah tahu tapi masih saja melanggar, pura-pura gak tahu, padahal Dzat yang maha tahu senantiasa menatap lahir-batinmu. Tidakkah anda punya akhlak,adab, dan sopan santun kepada Allah?.

Kepada guru saja anda patuh, kepada kepala sekolah anda taat, kepada atasan anda selalu setia tetapi kepada Dzat yang telah memberimu anugerah kesehatan, kebahagiaan, rizki anda justru malah bertingkah sebaliknya, seberapa besar perhatianmu selama ini terhadapa hak Allah? Sudah sempurna-kah sholat ada? Sudah ikhlaskah puasa anda? Sudah siapkah jika sewaktu-waktu ajal anda telah tiba? Sudah berapa persen kekayaan anda yang murni untuk bekal akhirat anda? Sudahkah anda membayar zakat baik kekayaan harta maupun kekayaan hasil pertanian?.

Mata.....
Wahai mataku, selama ini kau telah banyak menjadi saksi atas apa yang telah aku perbuat, aku merasa malu pada Dzat yang telah menciptakanmu untuk menjadi hujjah NYA di hari pengadilan kelak. Sampai kapan mataku ini akan terus-menerus aku dzolimi yang sebenarnya aku mendzolimi diriku sendiri.

Kaki.....

Wahai kakiku, selama ini kau pula telah aku gunakan untuk berjalan ke arah kemaksiatan, astahgfirullah..., ya rob...aku mohon ampun.....,
Wahai kaki....., aku malu pada allah dan takut, aku tidak bisa membela diri saat dipengadilan kelak, apa yang bisa aku katakan dimana mulut terkunci dan engaku wahai kaki menjadi saksi hidupku.

Lidah....
Wahai lidahku, selama ini aku tak henti hentinya mempergunakanmu untuk berprasangka buruk pada saudaraku sendiri. Telah banyak kata-kata tak bernilai pahala keluar begitu saja tanpa merasa gelisah dan berdosa. Bahkan sebaliknya entah aku sadari atau tidak justru ucapan ucapan bernilai dosa yang terus keluar dari mu.
Wahai lidah, aku malu pada makhluk ciptanNYA yang tak jemu-jemunya bertasbih, tahmid, kepadaNYA merekalah : Gunung-gunung, lautan, Pohon-pohon, bahkan seluruh ikan yang ada dilaut mereka terus menerus mengagungkan Sang Maha Pencipta.

Tangan......

Wahai tanganku, berapa kali aku mempergunakanmu untuk kemaksiatan. Berapa kali aku gunakan dirimu untuk mengambil barang orang lain, menampar,melakukan pengrusakan di sana-sini.

Wahai tangan, aku gelisah saat teringat di hari pengadilan kelak. Siapa yang akan membela ku, sedangkan engaku kelak menjadi saksi atas segala perbuatanku di dunia.

Hati......
Wahai hatiku, engkau telah terjerumus gara-gara hawa nafsu ku, sebenarnya engkau diciptakan sebagai pemimpin dan prajuritmu adalah seluruh anggota tubuhku ini. Selama engkau baik maka baik pula semua prajuritmu tetapi sebaliknya selama buruk maka semuanya akan buruk.

Ya rob...

Duhai yang membolak-balikkan hati........
Tetapkanlah hati hamba ini pada jalan-MU yang lurus.

Amiiin.

Friday, December 4, 2009

galerry

Ucapkanlah lafad diatas setiap anda akan beraktifitas,semoga mendapatkan berkah dan perlindungan dari Allah swt

Wednesday, November 4, 2009

Merenungi Makna Sunnatullah


Merenungi Makna Sunnatullah

Malam malam ku termenung pikiranku menerawang jauh menelusuri alam sadarku yang baru saja terhenti. Aku masih teringat kuliyah tadi siang sungguh suatu ilmu yang berharga. Ada pancaran-panran ilmu yang memacar dan menyusup dalam relung hatiku.

Beliau berkata ;’’ sunnatulloh memang sungguh luar biasa dapat kita jadikan pelajaran berharga’’sebab alam ini berjalan sesuai dengan hukumnya. Sudah berapa hal yang telah ditemukan oleh para pemikir mulai kecanggihan teknologi dan penemuan-penemuan mutakhir saat ini, itu semua tidak lepas dari hasil penelitian terhadap keistimewaan hokum alam yang bersifat ajek dan teratur.’’

Aku berpikir apa bener ya? Awalnya aku ragu apa bener apa yang dikatakan pak dosen kali ini? Setelah tak pikir-pikir memang ada benarnya. Aku temukan beberapa bukti nyata seperti kenapa pesawat bisa terbang padahal berapa berat benda ini jika ditimbang.kenapa kapal bisa berlayar tanpa tenggelam?kenapa air jika dipanaskan 100o akan mendidih?dan masih banyak lagi.kalo begitu kita sebenarnya sedang di beri petunjuk lewat sunnatuloh ini, aku bisa mengambil hikmah, pertama sunnatuloh adalah bukti nyata betapa allah maha kuasa ,adil dalam mengatur segala urusanNYA. K Kedua, kita seolah diingatkan bahwa dalam menjalani hidup ini kita harus disiplin dan selalu mantap terhadap apa yang kita lakukan,sebab sesuai dengan hokum alam apapun yang kita lakukan akan mendapatkan imbalan sebanding dari apa yang telah kita lakukan,jika kita sejak dini membiasakan belajar dengn tekun maka tidak aneh jika nanti berapa tahun yang akan datang menjadi tokoh atau orang pandai.sebaliknya jika kita hanya asal-asalan dalam belajar atau pun bekerja maka tidak aneh juga kalo berapa tahun yang akan datang menjadi orng kurang beruntung dalam arti keterbatasan financial atau keterbatasan intelektual walaupun takdir Allah tetap menyelimuti segala sesuatu.tetapi seitidaknya dengan segala daya dan upaya kita sebagai manusia dapat diperkirakan hasilnya.

Intinya aku harus bisa berjalan selaras dengan sunnatulloh namun aku tetap tidak mengesampingkan doa, sebab bagaimanapun manusia adalah makhluk yang lemah dan doa adalah bukti bhwa kita adalah hamba yang senantiasa butuh kepada allah swt.kurang beretika jika kita berbangga diri dan merasa yakin dengan apa yang telah kita usahakan, bukankah Allah cukup berkuasa untuk mengubah segala apa yang tidak kita ketahui? semaksimal apapun usaha kita hanya allah yang akan mentakdirkan bepara hasil yang akan kita peroleh.

Harus yakin, sebagai manusia yang beragama keyakinan sangat berharga, sebab inilah yang membedakan antara kita dengan orang yang ateis atatu tidak bertuhan.
Semog saja ini dapat menjadi bahan renungan kita bersama._bgs

Monday, November 2, 2009

Dialog Dengan Diri Sendiri


Aku termenung sesaat meresapi angin sejuk yang berhembus ke arahku sambil sesekali kupejamkan mataku ,jiwaku seakan mengajakku berdialog
‘’Alangkah indahnya panorama alam ini’’sungguh menakjubkan betapa indah seandainya seorang dapat menikmati hakikat panorama alam ini’’ jiwaku bergumam .
‘’Tapi sayang, tidak banyak manusia memahaminya kecuali hanya sedikit saja dari mereka yang diberi petunjuk olehNYA’’.’

Aku penasaran sama apa yang dikatakan tadi: ‘’memangnya kenapa kok bisa begitu?’’
Jiwaku menjawab, ‘’kerakusan telah mendorong manusia untuk mengeksploitasi alam ini, mereka mengusik kemerduan suara kicauan para kawanan burung,binatang melata telah banyak kehilangan tempat tinggal, semuanya dikeruk dan dirusak oleh manusia yag tak mau bersyukur’’

Dengarkan firman Allah :’’ Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24]". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (al baarah ayat 11) betapa mereka berdusta…dengarka terusan ayatnya : ‘’ 12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Memang mereka telah terkunci hatinya, sehingga hati mereka tidak dapat menerima cahaya kebenaran, naúdzubillahi mindzalik. dengarkan firman Allah ini’ :”’( 6.) Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman,(7) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan mereka ditutup[21]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat’’.

‘’Lalu apa yang sebaiknya aku lakukan?’’.aku bertanya padanya.
‘’Apa aku harus memberikan pencerahan kepada mereka?’’. tanyaku mendesak
‘’Niatmu sudah baik, namun untuk melakukan itu tidak cukup hanya dengan sendirian, kamu terlalu mudah bagi mereka untuk disingkirkan.dan mereka amat sangat terlalu besar bagimu, ‘’
Lalu bagaimana aku harus bertindak?bukankah jika dibiarkan malah akan semakin memperparah keadaan ?’’
‘’lakukanlah mulai dari yang terkecil yaitu dari dirimu sendiri,cintailah alam dan apa yang ada didalamnya , sebab mereka adalah makhluk Allah swt yang diciptakan sebagai pemenuh kebutuhan mu dan sebagai nikmat kepadamu supaya kamu dapat memanfaatkannya untuk melangsungkan kehidupan di dunia fana ini,

dengarkan firman Allah swt ; ‘’ 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.’’ (al baqarah :22)


mereka juga butuh keramahanmu, pemeliharanmu, jika kamu mau hidup bersahabat denganya bersanding dan saling bersimbiosis mutualisme saling menguntungkan, tentu sang alam ini akan ramah juga padamu, namun sebaliknya, jika kamu terus menerus merusaknya dia pun juga akan menapakkan kemarahannya, kamu tahu sendiri bagaimana gejala alam yang sering kita rasakan akhir-akhir ini, di Negara kita tercinta ini, berapa kali gempa mengoncang, badai,angin putting beliung, tsunami yang dulu menimpa saudara kita di aceh, sampai yang kesekian kalinya terjadi di padang Sumatra barat,belum lagi gunung-gunung memuntahkan isi perutnya,api lahar yang sangat panas jika mau penduduk akan lenyap dengan seketika jika terkena pletikan api lahar walau kecilnya seperti batu kerikil,pohon-pohon malu untuk berreproduksi,hewan-hewan tinggal menjadi sejarah yang sudah tidak bisa lagi kita temui mereka di alam bebas kecuali hanya didalam lembaran-lembaran gambar yang tak bernyawa sebab mereka sudah berubah menjadi fosil-fosil.’’

Itulah hal-hal yang perlu kau renungkan’’

Semoga kita termasuk golongan orang orang yang disebutkan dalam firman Allah swt berikut :

‘’(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’’
(ali imron 191)

Semoga kamu semakin sayang dengan alam citpaan Tuhan Yang Maha Indah ini dan senatiasa menjaga kelestariannya._amien_bgs

Tuesday, August 18, 2009

manfaat mengendalikan pandangan Mata



KENDALIKAN MATA
saya bukan apa-apa coretan ini adalah sedikit dari apa yang saya mengerti agar lebih maslahat maka saya sampaikan saja sama tmn .....biar sama-sama tahu secuil dari ilmu agama ini......

Ketauhilah pandangan mata itu merupakan anak panah dari anak panas iblis. Siapa yang mengumbar pandangan matanya, dia akan menuai penyesalan. Nah apa saja manfaat dari menahan pandangan..? menurut buku yang di tulis oleh pak luqman haqani ada beberapa manfaat menahan pandangan mata nih di baca yang serius ya……

Menahan pandangan mata berarti mengikuti perintah Allah SWT, yang sekaligus merupakan kebahagiaan hamba dalam kehidupa dunia dan akhirat. Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hamba di dunia dan diakhiratnya selain dari mengukuti perintah Allah Swt. Tidak lah seorang menderita di dunia dan akhirat melainkan karena mengabaikan perintah-NYA.

Menahan pandanga mata berarti pencegah sampainya pengaruh anak panah yang beracun ke dalan hati, yang boleh jadi merupakan sebab kebinasaan.
Menahan pandangan mata dapat menghasilkan kebersamaan dengan Allah, sementara mengumbar pandangan mata akan memisahkan dan menjauhkan dari Allah. Tidak ada yang lebih berbahaya bagi hati selain dari mengumbar pandangan, sebab mengumbar pandangan hanya mengakibatkan liar diri kita antara kita dengan Allah SWt. Tidak orang tersesat dan celaka kecuali yang jauh dari-Allah Swt.
Menguatkan hatidan membuatnya gembira. Sebaliknya mengumbar pandangan akan melemahkan hati dan membuatnya muram.

Mencuptakan cahaya dalam hati, sebagaimana mengumbar pandangan dapat menggelapkan hati. Hamba yang tidak memiliki cahaya dalam hatinya ibarat orang buta yang meraba-raba dalam kegelapan.

Menghasilkan firasat yang benar, sehingga pelakunya dapat membedakan mana yang hak dan yang bhatil, mana yang benar dan mana yang dusta.
Menahan pandangan mata dapat menghasilkan keteguhan, keberaian dan kekuatan di dalam hati. Hal itu karena hati menjadi terjaga dari noda dan tetap dalam kemuliaan. Allah menjadikan kemuliaan sebagai pasangan ketaatan dan menjadikan kehinaan sebagai pasangan kedurhakaan.

Menahan pandangna mata dapat menutup pintu masuk setan ke dalam hati, karena pengaruh setan masuk lewat pandangan mata lalu menyusup ke dalam hati, lebih cepat dari masuknya udara ke ruang hampa. Selanjutnya setan akan memoles gambar-gambar dari apa yang kita lihat sehingga seola tampak lebih indah dan menarik yang akhirnya terciptalah angan-angan dan setan menyalakan apai syahwat serta mengobori nafsu kita sehingga hati benar-benar berada pada kobaran api syahwat.

Menahan pandangan mata dapat memusatkan pikiran untuk memikirkan hal-hal yang bermanfaat dan membuat sibuk dengan kemaslahatan. Sementara mengumbar pandangan mata dapat menjadi penghalang bagi kemaslahatan diri dan memalingkan diri dari mengingat Allah Swt.

Antara hati dan jalan ada lorong yang menjadikan tempat pemindahan, kebaukan dan kerusakan tergantung atas kebaikan dan kerusakan yang lain. Bila hati rusak maka rusak pula pandangan. Bahkan seluruh anggota badan ini akan ikut rusak.

Nah itu lah tadi beberapa manfaat menjaga/ menahan pandangan mata yang begitu besar dan berharga jadi, tunggu apa lagi marilah kita mulai dari sekarang menahan pandangan jangan kita biarkan pandangan mata kita menjadi liar. mari kiat yakin akan manfaat menahan pandangan mata seperti apa yang di jelaskan diatas. Semoga kita menjadi hamba allah yang selau di jaga dan di naungi RahmadNYA, amien.

Friday, June 19, 2009

Sepucuk Surat Dari Hamba

Prihatin Adalah sebuah kunci dalam membendung segala macam keinginan nafsu yang terkadang menjermuskan diri tanpa kita sadari. Selama ini kita telah memahami bersama bahwa kita diciptakan didunia ini tujuan yang paling utama adalah untuk beribadah kepada Allah sang pencipta. Allah dengan kehendakNYA telah menciptakan manusia ini sebagai media untuk pemperkenalkan diriNYA. Sebagai makhluk sudah seharusnya menyadari akan eksistensi dirinya untuk apa diciptakan. Sangat tidak layak apabila seorang makhluk yang berakal ini lupa akan siapa sebenarnya yang telah menciptakan dirinya.

Pada fitrahnya manusia itu condong kepada kebenaran yang hak, hanya saja karena nafsunya yang selalu menyelimuti dirinya, terus mendorong melakukan pelbagai kemaksiatan, keburukan sehingga semakin mengeruhkan cahaya kebenaran yang selama ini dimilikinya. Bisa juga karena kebodohannya yang membuat dirinya berjalan kearah yang salah dan tidak mampu untuk membenarkan sendiri. Pun juga watak atau kepribadian dirinya yang selalu membangkang terhadap kebenaran dan tidak mau mrngakui akan ke Esa-an Allah SWT.

Memang di dalam Islam kita mengenal ‘’Hidayah’’. Hidayah hanyalah milik Allah semata. Namun sebenarnya Allah juga telah memberikan petunjukNYA sebagai pedoman hidup di dunia fana ini melalui risalah yang di bawa para nabiNYA semenjak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW, dan pada puncaknya yaitu pedoman Nabi Muhammad yang paling mulia dengan turunya wahyu kepada baginda nabi yang disebut alquran dimana kevalidannya terbukti dan terus abadi sampai hari dimana Allah berkehendak mengambilnya.

Adanya risalah yang dibawa oleh para Nabi ini sekaligus sebagai bukti konkret dimana di akhirat nanti tak satupun hujjah yang diterima sebagai alasan atas pembangkangan dirimya selama di dunia dan sebagai bukti akan janji Allah adalah benar. Dalam sebuah kisah diceritakan ‘’tatkala orang kafir di ahkirat kelak mengadukan dirinya : ‘’ya tuhan.. aku menyesal kenapa aku dulu tidak mau mengakui kebenaran risalahMU aku berharap kiranya aku dikembalikan lagi di dunia barang sebentar untuk beramal dan beribadah padaMU agar aku selamat dari kobaran api yang bembakar ini’’. Malaikat Malik pun dengan kejamnya menyahut : ‘’rasakan azab….yang dulu kau dustakan….,sungguh ini benar-benar kecelakaan besar bagimu tiada ampun untukmu karena dulu kau dusta .’’bukankah kamu dulu mendengar risalah Allah yang dibawa para Nabi dan Rosul yang di utus untuk setiap kaum..??? akan tetapi kebanyakan kamu mendustakannya bahkan melawan dan menantang agar disegerakan azabNYA, maka kini rasakan azab yang kamu minta saat itu, sesungguhnya azab ini benar dan pedih raanya .’’. Betapa besar rasa pilunya orang kafir saat itu sebab apapun alasannnya tidak akan pernah diterima dan mereka kekal di dalam Neraka. na’udzubillahi nmindzalik.’’

Wahai kaum Muslimin….!!!!
Marilah kita kembali pada ajaran Islam yang kaffah, mari kita tinggalkan segala permusuhan, adu domba dll. Ingatlah Allah telah berfirman yang artinya :’’ sesungguhnya setiap muslim itu bersaudara maka damaikanlah antara keduanya’’.di dalam surat al asr yang artinya demi waktu sesungguhnya manusia ada pada kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan saling nasehat-menasehati dalam sabar.’’

Semoga ridho Allah senantiasa tercurahkan kepada kita semua amien.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh





Dari hamba Allah


-----------------------------------------------------ooooo-------------------------------------------------

Wednesday, April 22, 2009

Renungan

Sudah Benarkah Sholat kita?


Betapa banyak manusia yang sholat akan tetapi pada hakikatnya masih belum sholat, kenapa demikian? jawabannya adalah karena salat kita masih sebatas fisik saja tanpa memperhatikan gerak hati ini, pikiran kita belum mau untuk di ajak sholat. Sangat sulit memang untuk mencapai sholat yang khusyu', namun bukan berarti kita tinggalkan begitu saja dan putus asa, seolah kita tak akan pernah bisa sholat yang benar.

Baiklah...sebenarnya sholat itu adalah sebuah perbuatan yang dapat mencegah bagi yang melaksanakannya dari perbuatan keji dan mungkar kalau saja sungguh-sungguh dengan kesadaran diri bahwa kita benar-benar merasa sedang berhadapan kepada sang kholik yaitu Allah swt. dengan kesadaran inilah langkah awal untuk dapat konsentrasi.

Saya yakin jika seorang hamba telah benar-benar sadar dengan kesadaran jiwa yang mantap insya Allah akan bisa merasakan nikmatnya sholat. sia -sialah jikalau sholat kita hanya karena terpaksa dan bukannya badan ini semakin sehat dan pikiran fress sehabis sholat tapi malah semakin gak karuan dan pikiran tambah strees dan ini adalah tanda bahwa sholatnya masih perlu dikoreksi. insya allah orang yang dapat merasakan sholat dengan ikhlas sepenuh hati akan dapat merasaakn kedamaian dalam batinnya .

Marilah kita renungkan kembali firman allah dalam al quran, allah berfirman: ''dirikanlah sholat untuk mengingatku'', jadi fungsi sholat adalah sebagai media agar seorang hamba bisa mengingat Allah. tapi kenapa justru saat sholat pikiran kita selalu saja melayang layang bahkan sama sekali tak ingat pada allah?hal ini yang perlu kita introspeksi diri.

Semoga hari demi hari kita dapat bertambah khusyu' dalam sholat dan dapat merasakan nikmatnya sholat.


ya allah....tolonglah hamba..untuk dapat mengingatMU dan selalu bersyukur serta baikkanlah ibadahku...Amien.

Thursday, March 26, 2009


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Ya allah ya robbi

Engkau ciptakan hati ini sebuah Organ tubuh yang unik dan menyimpan segudang misteri, hati ini berada dalam genggamanMU. Ya allah….hati ini kadang resah..senang…gembira…gundah,,,,sumpek. Ya Rob….sungguh hanya kepada engkaulah aku memohon agar hatiku senantiasa terang dan tentram bersamaMU.

Aku ingat akan sebuah syair…..........

’ ‘Tombo ati iku limo sak wernane’’

Kapeng pisan Moco qur an ange-angen sak maknane’’

‘’kapeng pindo sholat wengi lakonono”

''Peng telune..... wong kang sholeh kumpulono”

“kapeng papat kudu weteng betah luwe”

''peng limone dzikir wengi engkang suwe''


Aku ngerti inilah sebuah syair yang menggugah hati…....

Sebagai obat hati yang selau gelisah dan gundah ini........

“”wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku kepada agamaMU dan taat kepadaMU amien.


TTD


HAMBA ALLAH


Thursday, March 5, 2009

Wahai MANUSIA SELAMATKANLAH hatiMU

Betapa hati ini butuh perhatian. janganlah hidup kita ini hanya kita samakan dengan robot yang hanya mampu diperintah. ingat ! kita punya hati nurani. tahukah anta bahwa sebenarnya hatilah yang dilihat dan terus di pantau oleh allah swt. sebab hatilah tempat penentu niat kita, Apapun bentuk rupa fisik kita. Alloh tidak melihat bentuk gambar kita wajah kita pakaian kita tapi alloh selalu melihat hati kita. karena itulah marilah kita senantiasa memelihara hati ini agar tetep baik.
Betapa banyak saudar kita yang terjerumus kedalam kekufuran &kemaksiatan gara-gara lalai dari menjaga hati.sepandai apaun orangnya seluas apaun ilmunya tapi kalau hatinya kering dari nilai ruhanuyyah maka akan semakin jauh dan hina di hadapan alloh swt. dalam al quran alloh berfirman: ''inna akromakun 'indalahi atkhoku.'' sebaik-baik kamu di sisi alloh adalah yang paling bertaqwa. dalam arti mau menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya dengan sabar dan istiqomah.
semoga kita selalu mendapatkan bimbingan dan penjagaan dari alloh dari segala fitnah dunia ini.

Betapa banyak celah celah kemaksiatan saat ini. semu kembali pada diri kita masing masing. ujian dan godaan semakin berat. di jaman yang serba instan .semua layanan sudah berbasis teknologi canggih.jangan sampai kita terlena dan lalai dari kewajiban kita sebagai abdun atau hamba alloh.wallohu a'lam

ttd

Hamba Alloh

Monday, February 2, 2009

Nasehat lana..wa lakum

Temanku....,Kita pernah bersama bebebrapa tahun lalu, kini kita telah saling pisah jauh seakan tak kan pernah muncul lagi selamanya,tapi walaupun sekarang kita telah tidak bersama lagi tapi setidaknya kita tetap bisa menjalin rasa ukhuwah islamiyah,kita bisa memanfaatkan media lain yang bisa kita gunakan untuk berkomunikasi.alangkah indahnya dunia ini jikalau rasa kebersamaan dan persaudaraan tetap bisa terjalin, islam telah mengajarkan tentang ukuwwah islamiyyah, ada beberapa macam ukuwwah yaitu ukuwwah insaniyyah, ukhuwwah nabatiyyah, ukhuwwah ilahiyyah dan ukuwwah wathoniyyah. ukhuwwah insaniyyah yaitu bagaimana kita bisa saling berkasih sayang tolong menolong antar sesama. ta 'awanu 'alal birri wattaqwa wala ta'aawanu 'alal ismi wal udwan: saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan jangan saling tolong menolong dalam perbuatan dosa.
Ukhuwwah nabatiyah yaitu bagaimana kita bisa selaras dan seimbang denga alam,kita selalu menjaga kelestariannya dan selalu mau bersahabat. telah banyak kerusakan di bumi ini karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab,saat ini di negara kita tercinta, diberbagai daerah sedang mengalami banjir, musibah tanah longsor dan lain sebagainya, hal ini pertanda bahwa alam sudah bosan dan tidak bersahabat lagi dengan kita, belum lagi gempa yang menimpa di salah satu daerah,hal ini menjadi renungan bagi kita sudahkah kita mendengarkan jeritan alam ini..??itulah yang patut kita renungkan,
ukhuwwah ilahiyyah yaitu bagaimana kita menjalin hubungan dengan allah swt. dengan cara kita selalu menjalankan perintah dan menjauhi laranganNYA.
ukhuwah wathoniyyah yaitu bagaimana kita menjalin hubungan antar negara sehinggan kita dapat menjadi sahabat antara negara lain.

sahabat sahabatku..!!!

Dunia ini semakin sempit, batas wilayah telah sirna dengan munculnya teknologi canggih,kita patut gembira dengan adanya teknologi baru ini, tapi kita juga harus waspada sebab tidak semua nya memberikan hal yang baik bahkan sebaliknya jika kita tidak hati-hati akan terjerumus dalam jurang kerusakan moral,betapa banyak sisi yang kurang baik dari adanya internet tayangan tv yang kurang mendidik,budaya barat yang sebenarnya tidak pantas kita tiru, dan masih banyak lagi, karena itulah mari kita perkuat pondasi kita, iman kita jangan sampai terkikis dan bahkan tanpa kita sadari akan hilang,sadar atau tidak sekarang ini telah banyak fitnah, kita harus tahu bahwa fitnah yang terbesar jaman ini adalah munculnya hal-hal baru yang dapat menghalangi kita untuk ingat kepada allah swt. apapun itu, sehingga kita akan malas sholat malas belajar ilmu agama, malas menjalankan ketaatan, dan lebih suka pada hal-hal yang kurang bermanfaat, na'udzubillah mindalik.
Semoga saja kita selalu diberi pertolongan oleh allah swt. Mari kita selalu memohon kepadaNYA agar diselamatkan dari fitnah dan diberi kemudahan untuk bisa istikhomah dalam menjalankan segala perintahNYA (sebagai hamba) dan sabar dalam menjauhi segala laranganNYA.wallohu a'lam

Monday, December 29, 2008

Renungan Akhir Tahun


Wahai teman kini kita dipenghujung tahun 2008. dan dia sebentar lagi akan segera meninggalkan kita. Semua hal yang telah kita lakukan setahun ini akan menjadi kenangan dan sekaligus cermin bagi kita.K .Karena itu mari kita tutup tahun ini dengan doa,Perenungan, Muhasabah, Introspeksi diri.Dan marilah kita sambut hari esok dengan lebih baik. Smoga alloh swt selalu meridhoi kita semua amien. Ya Allah ya Robbi.. Ampuni dosa Hamba selama setahun ini wahai dzat yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang Jika selama setahun ini hamba masih banyak dosanya maka ampunilah ya rob tapi jika kebaikan yang telah banyak aku lakukan, maka tambahkan lah ya rob. Semoga tahun baru ini hamba bisa lebih baik. Tiada tuhan selain engkau maha suci engkau sesungguhnya hamba ini termasuk orang-orng yang dholim. ya alloh ya rrobbi.. Curahkanlah Rahmad kasih sayang dan ampunanMU. hamba selalu husnuddzan pada MU sesungguhnya rahmadMU lebih luas dari pada dosa dosa hamba. maka ampunilah hamba... Robbana.. selamatkanlah aku dari fitnah dunia ini ... solawat dan salam semoga selau dilimpahkan atas nami Muhammad SAw. segala puji bagimu Ya.. Alloh.tuhan semesta alam..Amien.

Sunday, December 7, 2008

Hari Raya 'Idul Adha telah tiba

Kini gema takbir telah berkumandang. pertanda bahwa Hari 'Idul Qurban kembali hadir di hadapan kita. Tinggal beberapa jam lagi kita akan bersama sama melaksanakan sholat ied. perlu kita syukuri bersama dimana hari penuh berkah ini dapat kita jadikan ibrah bagi diri umat muslim di seluruh dunia. Hari Raya ini mengingatkan kita akan sejarah abul anbiya' yang telah rela berkorban demi mengharap ridho allah swt.Dialah Nabiyullah Ibrahim semoga keselamatan atas beliau, yang mana beliau mendapatkan ujian dari Allah swt untuk melaksanakan tugas berat yaitu diperintahkan untuk menyembelih putranya tercinta yang saat itu masih berumur belasan tahun. Akan tetapi bekat ketawaduan putranya dan besarya rasa kehambaan pada diri Nabi ibrahim, maka dilaksanakanlah perintah yang cukup berat tersebut dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

saudaraku..!!!!
Gambaran diatas dapat kita ambil ibroh betapa kuat keimanan dan kesabaran Nabi Ibrahim AS. Ujian yang dia hadapi begitu berat tapi tidak menjadikan dirinya ragu bahkan semakin tambah kuat keimanannya kepada Allah swt. Hal itu hanya sedikit dari banyak ujian yang telah diberikan Allah swt kepada Nabi Ibrahim sehingga beliau mendapatkan gelar Ibrahim kholilulloh.

Wahai saudaraku, marilah kita ber ittiba' pada Nabi Ibrahin dengan berkorban bagi yang sudah cukup mampu, dan yang belum semoga tahun depan bisa melaksanakan qurban amien.
pada hakikatnya berqurban disini adalah merupakan bukti kehambaan kita kepada allah. Allah tidak butuh kepada qurban tersebut, akan tetapi hal itu adalah sebagai tanda bukti bahwa kita benar benar menyembah kepadaNYA dan taat atas segala perintah. semoga Hari Raya 'Idul Adha tahun ini bisa kita jadikan momentum penyadaran hati kita dengan harapan akan munculnya rasa keikhlasan dan kesabaran dalam beramal dan menyembah kepada Allah swt dengan cara patuh dan taat pada perintahNYA amien.wallohu a'lam