Showing posts with label hikmah. Show all posts
Showing posts with label hikmah. Show all posts

Monday, June 16, 2014

Refleksi selama kuliah di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga 2012-2014

Saya memulai  kuliah di pascasarjana sejak 2 tahun lalu sekitar bulan Agustus 2012. Setelah mengikuti ujian dan memenuhi semua syarat pendaftaran akhirnya atas izin Allah swt saya diterima kuliah di Program Studi Pendidikan Islam Konsentrasi Pendidikan bahasa Arab Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Senang rasanya saya dapat melanjutkan studi di jenjang S2 lebih-lebih di kampus terkenal ini.  Saya bersyukur kepada Allah swt sebab diberi kesempatan untuk belajar hingga jenjang Pascasarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Masa-masa studi di kampus saya lalui dengan banyak suka dan duka. Suka karena bertemu dengan orang-orang hebat, Dosen yang berkelas profesor, Doktor. Suka karena bertemu dengan sahabat baru yang cukup beragam karakternya. Semua itu memberi banyak wawasan dan pengalaman berharga kepada saya. Saya mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dari mereka dari hasil diskusi, dan ngobrol bareng. Saya sadar betul bahwa kuliah di jenjang s2 tentu harus lebih baik dari jenjang s1. Hal itu memang sebuah keharusan sebab kajian dan wawasan keilmuan saya dari s1 harus terus dikembangkan semenjak saya melanjutkan studi di s2. Jika tidak berkembang, tentu tidak ada artinya saya kuliah di S2 UIN Sunan Kalijaga ini.
Masih teringat saat harus membuat makalah bertumpuk-tumpuk, presentasi, mencari sumber rujukan, mencari buku, membaca berlembar-lembar halaman, dan harus memutar otak agar bisa menuliskan dalam bentuk karya ilmiah, itu semua sungguh mengajari saya bahwa hidup itu penuh dengan proses dan penuh dengan ketidakpastian. Kadang kesabaran itu teruji saat harus merevisi banyak halaman karena salah tulis atau kurang benar dalam menuangkan gagasan dalam tulisan.
Tak terasa kini saya sudah melalui semua tahapan itu selama dua tahun, dan kini saya sudah menyelesaikan tugas akhir saya yaitu tesis sebagai tanda bukti kelulusan saya selama studi di jenjang pascasarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Rasa syukur yang tak henti-henti saya ucapkan kepada Allah swt dan kepada Ayah Ibu saya yang senantiasa mendoakan saya selama masa studi. Tanpa pertolongan Allah dan bantuan orang tua, saya tidak bisa mendapatkan kesempatan mahal ini. sungguh Allah Maha Kuasa atas segala Sesuatu. Semoga Ilmu yang saya dapatkan di Jenjang Pascasarjana (S2) UIN Sunan Kalijaga ini dapat bermanfaat bagi saya pribadi dan semua orang. Semoga, kelak setelah lulus saya dapat mengamalkan semua ilmu yang telah saya peroleh, dan berbagi kepada semua orang yang merasa membutuhkan ilmu yang saya punya, amin ya robbal'alamiin.


Friday, April 13, 2012

SIKAP MENTAL

Dalam menghadapi apapun ternyata hal yang sangat penting untuk kita miliki adalah sikap mental yang kuat dan tidak mudah goyah, mental berani dan sekaligus mampu menghadapi tantangan dengan tenang. Sikap ini penting guna menstabilkan otak kita dalam berpikir jernih. Sebab menurut pengalaman yang pernah saya alami, ketika saya menghadapi masalah, saya secara otomatis merasa tertekan dan mental saya down. Imbasnya saya tidak bisa lagi berpikir jernih dan yang ada dalam pikiran saya hanya bingung. Mental saya waktu itu lemah sehingga berdampak pada kondisi psikologis saya. Karena pengalaman itulah. Setiap saya menghadapi sebuah masalah pelik, saya selalu berusaha untuk menjaga mental saya agar tetap dalam kondisi stabil dan tenang. Sebab mampu mengontrol sikap mental sangat penting bagi masalah yang sedang saya hadapi.
Sebenarnya semua masalah yang kita hadapi atau kita alami merupakan konsekuensi dari keputusan kita kemarin. Sehingga resiko apapun mestinya bisa disikapi dengan arif dan bijak. Saya kira setiap manusia dihadapkan pada sebuah pilihan setiap hari untuk diputuskan. setelah keputusan itu dia buat, maka akan ada implikasi atau dampak yang akan diterimanya baik hal itu menguntungkan atau tidak, dan begitulah setiap hari terjadi dalam kehidupan manusia.
Akhirnya, bagi sahabat dan teman2 yang sedang mengadapi masalah, cobalah untuk mengontrol mental anda. Berusahalah mental anda tetap tenang dan akal sehat anda tetap mampu berpikir jernih dan rasional. Semoga dengan cara ini anda dapat terbantu untuk mampu menghadapi tantangan dengan cerdas.
Selamat mencoba....!   

Saturday, April 7, 2012

kini tibalah saatnya....


Alhamdulillah...,,, itulah kiranya kata-kata yang pantas saya ucapkan sebagai bentuk rasa syukur saya. kini 3.5 tahun sudah ku menyelami ilmu di sebuah perguruan tinggi negeri islam, tepatnya di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. semua pengalaman pahit, suka dan duka tentu pernah saya rasakan. semoga ilmu yang saya dapatkan di perguruan tinggi bermanfaat dan berkah amin.

Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada seluruh sahabat ku yang selalu memberikan dorongan doa dan semangat, semuanya sungguh berarti bagi saya. semoga kalian selalu mendapatkan naungan dan ridhonya.

Kepada Ayah Bunda ku tercinta...,, pengorbananmu sungguh tiada tara. apalah artinya saya jika tiada pengorbanan dari mereka berdua. wahai abi wa ummi...,, saya selalu berusaha menjaga amanah yang ayah bunda percayakan kepada saya untuk menimba ilmu di perguruan tinggi ini. walau terkadang saya lupa, khilaf, namun saya tetap selalu ingat pesan mu.

Terimaksih telah memberikan kesempatan kepada ananda untuk dapat melanjutkan studi di jenjang yang lebih tinggi. anada beryukur memiliki orang tua seperti abi dan ummi. anda tidak akan sia-siakan kesempatan ini..,, anada sadar mash banyak teman-teman, sahabt yang mungkin nasibnya belum mujur dan belum mendapatkan kesempatan studi seperti saya.

Terakhir saya akan selalu ingat pepatah: janganlah berhenti belajar sebab jika berhenti itu pertanda merasa sudah pintar merasa sudah pandai artinya akan tanpak lah kebodohannya. sebab sifat manusia adalah kurang dan tidak sempurna, jadi harus selalu belajar hingga akhir hayat.

Tuesday, May 4, 2010

Subhanalloh

ya Allah melalui anak ini engkau berfirman kepada seluruh hambaMU dan memberi peringatan agar hambamu mau membaca al qur'an, memahami, merenungi hikmah.
semoga rahmad-MU senantiasa tercurahkan kepada anak ini dan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat
amin.




Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang


1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,


2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.


Maha benar Allah dengan segala firmanNYA.

Tuesday, April 27, 2010

Antara Su-udzan & Husnu-dzan

Tiada lagi kata-kata yang bisa aku ungkapkan, semuanya telah jelas dan terang bagiku, semakin mengerti akan ilmu sepatutnya semakin tambah yakin dan sadar akan makna kehidupan ini. Apa gunanya kita marah kalo ternyata tidak menambah melainkan kegoncangan jiwa sebab sekecil apapun luka jika merasuk dalam hati akan menjadi penyakit yang kronis dan sulit ditemukan obatnya sebelum memperoleh kehalalan dari orang lain yang terdzalimi.

Apa gunanya mengumpat, sebab sejatinya diri kita tak lebih baik dari dia yang kita umpat. Kita sering menjumpai di sana sini perkataan yang tanpa sadar sebenarnya telah temasuk pada hal prasangka buruk namun sayang cahaya batin kita redup sehingga tak cukup mampu untuk mnyensor pembicaraan kita. Ingat.!! saya menggunakan kata kita bukan aku, kamu dan dia, (sebab diantara kita setidaknya pernah melakukannya walaupun mungkin tidak kita sadari tentang hal itu. )

Sebaliknya apa yang menghalangi kita untuk ber-husnudzan antar sesama, bukankah itu lebih baik?? Sulit, sulit, memang sulit tetapi harus kita latih, contoh terkecil di saat kita secara spontan melihat orang yang kurang sempurna fisik (baca:cacat mental baik tuna netra,rungu dan tuna-tuna yang lainnya) kuatkah kita untuk tidak terbesit dalam hati kita prsangka buruk?? Atau sebaliknya bisakah kita ber baik sangka pada mereka? Namun kebanyakan dari kita secara spontan keluar kata-kata negatif contoh ..ih orang ini kok gitu ya....., idiot banget dia , jangan temani dia...., dan kata-kata negatif lainnya.

Kepekaan batin kita perlu diasah sejak dini agar mampu menangkap setiap hal yang dengan kepekaan batin, kita dapat memetik hikmah dibalik setiap kejadian dalam kehidupan ini.


Konsisten dalam Rutinitas

Setelah saya pikir-pikir memang aktifitas (positif) yang teratur dengan baik tanpa ada perubahan-perubahan itu lebih baik apa bila dilakukan dengan konsisten (baca: istiqomah). Bukan berarti itu monoton dan tidak asyik dengan alasan kurang kreatif atau dinamis. Menurutku bagi mereka yang tolok ukurnya adalah proses mereka akan benar-benar menghayati proses tidak sekedar sesaat yang menggiurkan setelah itu tiada lagi. Kita kadang merencanakan sebuah target yang tidak realistis dan jauh dari kemampuan terbatas kita.

Pengalaman pribadi saya, setiap hari saya terharu dan takjub dengan beliau seorang ustad yang ‘alim, bersahaja tidak banyak berbicara. Senantiasa terdepan dalam barisan shof sholat berjamaah. Bahkan sholat subuh yang terkenal waktu paling berat bagi umumnya manusia untuk bangun apalagi ke masjid dan berjamaah, sungguh beliau patut diteladani perilakunya.

Saya bercermin pada diri sendiri kenapa aku tidak bisa seperti beliau? Aku sudah berusaha mengatur waktuku dalam sehari semalam namun tetap gagal tidak sesuai target waktu yang telah aku tentukan. Kalaupun bisa tidak berjalan lama paling-paling hanya 1-3 hari paling banter setelah itu kacau lagi.

Biar bagaimanapun harus tetap mengatur jadwal pribadi saya agar aktifitas harian ini bisa benar-benar bermanfaat dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Amin.

Monday, April 19, 2010

Jangan Hidup dimasa lalu.......

Ingatlah waktu terus berjalan ke depan, jika kamu melawan arus bertolak ke belakang maka anda sedang tertinggal jauh. Biarlah pengalaman pahitmu di masa silam menjadikan pelajaran berharga demi melangkah di masa saat ini dengan penuh langkah optimis. Pun juga pengalaman indahmu tak seharusnya kau kenang selalu sebab waktumu akan habis hanya untuk mengenang terus, zaman telah berbeda saat dulu jelas berbeda dengan sekarang. sadarlah dan hiduplah di masa sekarang, arahkan pikiranmu untuk fokus pada apa yang anda hadapi sekarang, jangan anda sesali pengalaman pahitmu di masa silam, biarlah..!



Betapa sulit anda akan melupakan kenangan pahit anda, namun bagaimanapun juga semua itu telah terjadi dan bukan untuk terus-menerus di sesali. Buanglah pikiran negatif sejauh mungkin. Jangan berangan-angan yang tak patut. Jangan memikirkan yang tiada manfaatnya. Coba jauhkan pikiranmu dari hal-hal yang melemahkan akalmu dan menuruti hawa nafsumu. Belajarlah dari orang-orang suci yang senantiasa bermujahadah memerangi keinginan nafsunya sendiri. Walaupun sulit tetapi mereka memiliki keyakinan yang teguh (baca:mantep) bahwa allah tiada menyia-nyiakan usaha mereka demi meraih kebahagiaan yang hakiki bukan sebatas di dunia fana’ saja tetapi menembus batas-batas yaitu di dlm kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak.

Sadarlah bahwa anda sebenarnya mampu asalkan tidak menginginkan segera tercapai apa yang anda harapkan tanpa bersusah payah. Orang-orang suci mereka senantiasa membersihkan jiwanya dengan mengekang segala keinginannya, sebab mereka tahu bahwa nafsu mereka akan selalu mengajak pada kelalaian dan kemaksiatan, mereka yakin hanya dengan dikekang maka hawa nafsu akan mau tunduk pada akal sehat. Pernahkan anda merasakan haus yang sangat kuat bagaimana anda merasakan tenggorokan anda terasa segar rasanya saat saat air mengalirinya . begitu juga jiwa anda di saat jiwa anda disiram dengan air kebajikan, dzikir, dan tafakkur maka jiwa anda senantiasa damai tentram.



Berusahalah untuk selalu memperhatikan dirimu, paksalah dirimu, marahilah dirimu agar mau tunduk dalam menjalankan segala perintah agama. Sebab dirimu memiliki nafsu yang harus senantiasa dilawan agar mau tunduk dalam kebaikan dan taqwa. Kembalilah dirimu dalam kesucian jiwa mu. Tidakkah engkau ingat bahwa dulu kamu dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci. Saat itu jiwamu bagai cermin mengkilat yang mampu memantulkan cahaya-cahaya kebenaran dan mampu menyaksikan hakikat. Karena itulah anda memiliki potensi untuk dapat kembali bersih jiwa sebab hakikatnya jiwa anda saat penciptaannya mau mengakui akan ke -Maha kuasaan Allah sang pencipta.

Akhirnya segeralah mulai detik ini untuk niat mujahadah nafs, dengan mengharap RidhoNYA semata, semoga Allah memberikan rahmad sehingga anda mampu melalui masa-masa sulit ini selangkah-selangkah dan bertahap. Jangan hiraukan lagi godaan-godaan nafsumu sendiri, lawanlah, hajarlah, pantang menyerah, paksa dia agar mau tunduk pada akal sehatmu.

Ingat.!!! Rumah anda sebenarnya bukan di dunia ini yang menjadi tempat ujian dan cobaan tetapi tempat kembalimu adalah kampung akhirat yang kekal. Wallahu a’lam.

Monday, April 12, 2010

al-qur'an teman bicaraku....

wahai saudaraku.... bacalah al qur'an... insya allah kamu akan senang dan tenang hidupmu. sebab al qur'an adalah obat.
betapa indahnya seorang mukmin atau mukminah mau menjadikan al qur'an sebagai teman dan sahabat bicaranya, sungguh jika demikian dia akan selalu cerah wajahnya dan jauh dari perkataan kotor dan dusta.

Bacalah setiap pagi siaNG, sore dan malam hari secara rutin. insya allah ...akan terbimbing kearah kebaikan.
tidak akan pernah rugi bahkan mendapatkan pahala berlipat ganda.
sama-sama mengeluarkan energi dari pada ngomong yahg tidak jelas arahnya lebih afdhol membaca al qur'an.

namun jika berbicara untuk tujuan mulia semisal dakwah maka tak apa akan tetapi tetap keutamaan alqur'an jauh mengunggulinya dimana setiap huruf adalah pahala bayangkan kamu membaca satu kalimat saja berapa pahala yang akan kamu dapatkan.. sungguh perniagaan yang berharga, niatkan dngan tulus hanya mengharap ridho Allah semata.

Thursday, December 3, 2009

The Power To Keeps Motivation


Teman teman, tidak semua hal itu sulit, ketika kita sudah memiliki kemauan terhadap apapun yang sudah menjadi tujuan kita maka sebenarnya kita akan segera menemukan dan akan mencapai tujuan kita, namun kita tidak boleh menyepelekan kata kata ''Optimis'',kenapa? sebab berapa banyak sebuah target atau tujuan yang kita capai hanya sebatas angan belaka dan kalaupun kita lakukan pun tanpa didasari rasa optimis.

Teman-tmn ku dimanapu anda berada, optimis adalah sebuah kekuatan, the power to keep spirit or motivation, sebab dengan perasaan optimislah sebuah kekuatan atau motivasi akan tetap membara dalam diri kita. kalau ingin sukses salah satu hal yang amat penting adalah pertahankan rasa optimis dalam diri kita masing-masing.

Betapa banyak para pengusaha yang mengalami bangkrut namun berkat rasa optimisnya demi sebuah keberhasilan di masa depan mereka dapat bangkit kembali dan terus berjalan sambil mengevaluasi diri.

Sebagai mahasiswa mungkin, mereka yang kurang mampu dalam hal biaya, tidak usah pesimis untuk terus melangkahkan kaki, optimislah Allah swt pasti akan memberikan jalan yang terbaik.

Intinya mari dalam setiap gerak langkah kita untuk mencapai sukses kita dasari dengan perasaan OPTIMIS bahwa suatu saat nanti kita akan sampai pada apa yng telah kita harapkan, semoga.......

*Gmbr diunduh dari situs Http/// www.flashboy.blogdetik.com/.

Sunday, November 29, 2009

Mutiara Hikmah





Kata-Kata Mutiara

Akhi…..lan tanaalul majda madumta sobiron muhibbal at-sama wa lau kunta ‘aaliman
***

Wahai saudaraku …..! Anda tidak akan mencapai derajat luhur selagi anda masih senang terhadap berbagai dosa sekalipum anda orang yang pandai
***

Jikalau anda merasa tidak mampu memberi kemanfaatan kepada orang lain maka cukuplah dengan berusaha untuk tidak memberi madlorot.
***

Orang yang tujuan hidupnya hanya untuk perut saja maka harga dirinya sama dengan apa yang keluar dari perutnya.
***

Cinta sejati lahir dari fitrah kebenaran dan nurani manusia sedangkan cinta palsu hanya mementingkan hawa nafsu belaka.
***

Konsisten lebih dahsyat dari pada segudang keajaiban(mbj)
****