Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts
Wednesday, October 9, 2013
Friday, January 1, 2010
Biografi Gus Dur

selamat tinggal bapak pluralisme....bangsa...semoga mendaat tempat yang baik disisiNYA, demi mengenang beliau saya paparkan biografi ini sebagai bahan pelajaran.
biografi Gus Dur
abdurrahman “Addakhil”, demikian nama lengkapnya. Secara leksikal, “Addakhil” berarti “Sang Penakluk”, sebuah nama yang diambil Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol. Belakangan kata “Addakhil” tidak cukup dikenal dan diganti nama “Wahid”, Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. “Gus” adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati “abang” atau “mas”.
Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan “darah biru”. Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia.
Pada tahun 1949, ketika clash dengan pemerintahan Belanda telah berakhir, ayahnya diangkat sebagai Menteri Agama pertama, sehingga keluarga Wahid Hasyim pindah ke Jakarta. Dengan demikian suasana baru telah dimasukinya. Tamu-tamu, yang terdiri dari para tokoh-dengan berbagai bidang profesi-yang sebelumnya telah dijumpai di rumah kakeknya, terus berlanjut ketika ayahnya menjadi Menteri agama. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi seorang anak bernama Abdurrahman Wahid. Secara tidak langsung, Gus Dur juga mulai berkenalan dengan dunia politik yang didengar dari kolega ayahnya yang sering mangkal di rumahnya.
Sejak masa kanak-kanak, ibunya telah ditandai berbagai isyarat bahwa Gus Dur akan mengalami garis hidup yang berbeda dan memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab terhadap NU. Pada bulan April 1953, Gus Dur pergi bersama ayahnya mengendarai mobil ke daerah Jawa Barat untuk meresmikan madrasah baru. Di suatu tempat di sepanjang pegunungan antara Cimahi dan Bandung, mobilnya mengalami kecelakaan. Gus Dur bisa diselamatkan, akan tetapi ayahnya meninggal. Kematian ayahnya membawa pengaruh tersendiri dalam kehidupannya.
Dalam kesehariannya, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu ia juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku yang agak serius. Karya-karya yang dibaca oleh Gus Dur tidak hanya cerita-cerita, utamanya cerita silat dan fiksi, akan tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen-dokumen manca negara tidak luput dari perhatianya. Di samping membaca, tokoh satu ini senang pula bermain bola, catur dan musik. Dengan demikian, tidak heran jika Gus Dur pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.
Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika ia berada di Mesir.
Pengalaman Pendidikan
Pertama kali belajar, Gus Dur kecil belajar pada sang kakek, K.H. Hasyim Asy’ari. Saat serumah dengan kakeknya, ia diajari mengaji dan membaca al-Qur’an. Dalam usia lima tahun ia telah lancar membaca al-Qur’an. Pada saat sang ayah pindah ke Jakarta, di samping belajar formal di sekolah, Gus Dur masuk juga mengikuti les privat Bahasa Belanda. Guru lesnya bernama Willem Buhl, seorang Jerman yang telah masuk Islam, yang mengganti namanya dengan Iskandar. Untuk menambah pelajaran Bahasa Belanda tersebut, Buhl selalu menyajikan musik klasik yang biasa dinikmati oleh orang dewasa. Inilah pertama kali persentuhan Gu Dur dengan dunia Barat dan dari sini pula Gus Dur mulai tertarik dan mencintai musik klasik.
Menjelang kelulusannya di Sekolah Dasar, Gus Dur memenangkan lomba karya tulis (mengarang) se-wilayah kota Jakarta dan menerima hadiah dari pemerintah. Pengalaman ini menjelaskan bahwa Gus Dur telah mampu menuangkan gagasan/ide-idenya dalam sebuah tulisan. Karenanya wajar jika pada masa kemudian tulisan-tulisan Gus Dur menghiasai berbagai media massa.
Setelah lulus dari Sekolah Dasar, Gus Dur dikirim orang tuanya untuk belajar di Yogyakarta. Pada tahun 1953 ia masuk SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan, sambil mondok di pesantren Krapyak. Sekolah ini meskipun dikelola oleh Gereja Katolik Roma, akan tetapi sepenuhnya menggunakan kurikulum sekuler. Di sekolah ini pula pertama kali Gus Dur belajar Bahasa Inggris. Karena merasa terkekang hidup dalam dunia pesantren, akhirnya ia minta pindah ke kota dan tinggal di rumah Haji Junaidi, seorang pimpinan lokal Muhammadiyah dan orang yang berpengaruh di SMEP. Kegiatan rutinnya, setelah shalat subuh mengaji pada K.H. Ma’shum Krapyak, siang hari sekolah di SMEP, dan pada malam hari ia ikut berdiskusi bersama dengan Haji Junaidi dan anggota Muhammadiyah lainnya.
Ketika menjadi siswa sekolah lanjutan pertama tersebut, hobi membacanya semakin mendapatkan tempat. Gus Dur, misalnya, didorong oleh gurunya untuk menguasai Bahasa Inggris, sehingga dalam waktu satu-dua tahun Gus Dur menghabiskan beberapa buku dalam bahasa Inggris. Di antara buku-buku yang pernah dibacanya adalah karya Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner. Di samping itu, ia juga membaca sampai tuntas beberapa karya Johan Huizinga, Andre Malraux, Ortega Y. Gasset, dan beberapa karya penulis Rusia, seperti: Pushkin, Tolstoy, Dostoevsky dan Mikhail Sholokov. Gus Dur juga melahap habis beberapa karya Wiill Durant yang berjudul ‘The Story of Civilazation’. Selain belajar dengan membaca buku-buku berbahasa Inggris, untuk meningkatan kemampuan bahasa Ingrisnya sekaligus untuk menggali informasi, Gus Dur aktif mendengarkan siaran lewat radio Voice of America dan BBC London. Ketika mengetahui bahwa Gus Dur pandai dalam bahasa Inggis, Pak Sumatri-seorang guru SMEP yang juga anggota Partai Komunis-memberi buku karya Lenin ‘What is To Be Done’ . Pada saat yang sama, anak yang memasuki masuki masa remaja ini telah mengenal Das Kapital-nya Karl Marx, filsafat Plato,Thales, dan sebagainya. Dari paparan ini tergambar dengan jelas kekayaan informasi dan keluasan wawasan Gus Dur.
Setamat dari SMEP Gus Dur melanjutkan belajarnya di Pesantren Tegarejo Magelang Jawa Tengah. Pesantren ini diasuh oleh K.H. Chudhari, sosok kyai yang humanis, saleh dan guru dicintai. Kyai Chudhari inilah yang memperkenalkan Gus Dur dengan ritus-ritus sufi dan menanamkan praktek-praktek ritual mistik. Di bawah bimbingan kyai ini pula, Gus Dur mulai mengadakan ziarah ke kuburan-kuburan keramat para wali di Jawa. Pada saat masuk ke pesantren ini, Gus Dur membawa seluruh koleksi buku-bukunya, yang membuat santri-santri lain terheran-heran. Pada saat ini pula Gus Dur telah mampu menunjukkan kemampuannya dalam berhumor dan berbicara. Dalam kaitan dengan yang terakhir ini ada sebuah kisah menarik yang patut diungkap dalam paparan ini adalah pada acara imtihan-pesta akbar yang diselenggarakan sebelum puasa pada saat perpisahan santri yang selesai menamatkan belajar-dengan menyediakan makanan dan minuman dan mendatangkan semua hiburan rakyat, seperti: Gamelan, tarian tradisional, kuda lumping, jathilan, dan sebagainya. Jelas, hiburan-hiburan seperti tersebut di atas sangat tabu bagi dunia pesantren pada umumnya. Akan tetapi itu ada dan terjadi di Pesantren Tegalrejo.
Setelah menghabiskan dua tahun di pesantren Tegalrejo, Gus Dur pindah kembali ke Jombang, dan tinggal di Pesantren Tambak Beras. Saat itu usianya mendekati 20 tahun, sehingga di pesantren milik pamannya, K.H. Abdul Fatah, ia menjadi seorang ustadz, dan menjadi ketua keamanan. Pada usia 22 tahun, Gus Dur berangkat ke tanah suci, untuk menunaikan ibadah haji, yang kemudian diteruskan ke Mesir untuk melanjutkan studi di Universitas al-Azhar. Pertama kali sampai di Mesir, ia merasa kecewa karena tidak dapat langsung masuk dalam Universitas al-Azhar, akan tetapi harus masuk Aliyah (semacam sekolah persiapan). Di sekolah ia merasa bosan, karena harus mengulang mata pelajaran yang telah ditempuhnya di Indonesia. Untuk menghilangkan kebosanan, Gus Dur sering mengunjungi perpustakaan dan pusat layanan informasi Amerika (USIS) dan toko-toko buku dimana ia dapat memperoleh buku-buku yang dikehendaki.
Terdapat kondisi yang menguntungkan saat Gus Dur berada di Mesir, di bawah pemerintahan Presiden Gamal Abdul Nasr, seorang nasioonalis yang dinamis, Kairo menjadi era keemasan kaum intelektual. Kebebasan untuk mengeluarkkan pendapat mendapat perlindungan yang cukup. Pada tahun 1966 Gus Dur pindah ke Irak, sebuah negara modern yang memiliki peradaban Islam yang cukup maju. Di Irak ia masuk dalam Departement of Religion di Universitas Bagdad samapi tahun 1970. Selama di Baghdad Gus Dur mempunyai pengalaman hidup yang berbeda dengan di Mesir. Di kota seribu satu malam ini Gus Dur mendapatkan rangsangan intelektual yang tidak didapatkan di Mesir. Pada waktu yang sama ia kembali bersentuhan dengan buku-buku besar karya sarjana orientalis Barat. Ia kembali menekuni hobinya secara intensif dengan membaca hampir semua buku yang ada di Universitas.
Di luar dunia kampus, Gus Dur rajin mengunjungi makam-makam keramat para wali, termasuk makam Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pendiri jamaah tarekat Qadiriyah. Ia juga menggeluti ajaran Imam Junaid al-Baghdadi, seorang pendiri aliran tasawuf yang diikuti oleh jamaah NU. Di sinilah Gus Dur menemukan sumber spiritualitasnya. Kodisi politik yang terjadi di Irak, ikut mempengaruhi perkembangan pemikiran politik Gus Dur pada saat itu. Kekagumannya pada kekuatan nasionalisme Arab, khususnya kepada Saddam Husain sebagai salah satu tokohnya, menjadi luntur ketika syekh yang dikenalnya, Azis Badri tewas terbunuh.
Selepas belajar di Baghdad Gus Dur bermaksud melanjutkan studinya ke Eropa. Akan tetapi persyaratan yang ketat, utamanya dalam bahasa-misalnya untuk masuk dalam kajian klasik di Kohln, harus menguasai bahasa Hebraw, Yunani atau Latin dengan baik di samping bahasa Jerman-tidak dapat dipenuhinya, akhirnya yang dilakukan adalah melakukan kunjungan dan menjadi pelajar keliling, dari satu universitas ke universitas lainnya. Pada akhirnya ia menetap di Belanda selama enam bulan dan mendirikan Perkumpulan Pelajar Muslim Indonesia dan Malaysia yang tinggal di Eropa. Untuk biaya hidup dirantau, dua kali sebulan ia pergi ke pelabuhan untuk bekerja sebagai pembersih kapal tanker. Gus Dur juga sempat pergi ke McGill University di Kanada untuk mempelajari kajian-lkajian keislaman secara mendalam. Namun, akhirnya ia kembali ke Indoneisa setelah terilhami berita-berita yang menarik sekitar perkembangan dunia pesantren. Perjalanan keliling studi Gus Dur berakhir pada tahun 1971, ketika ia kembali ke Jawa dan mulai memasuki kehidupan barunya, yang sekaligus sebagai perjalanan awal kariernya.
Meski demikian, semangat belajar Gus Dur tidak surut. Buktinya pada tahun 1979 Gus Dur ditawari untuk belajar ke sebuah universitas di Australia guna mendapatkkan gelar doktor. Akan tetapi maksud yang baik itu tidak dapat dipenuhi, sebab semua promotor tidak sanggup, dan menggangap bahwa Gus Dur tidak membutuhkan gelar tersebut. Memang dalam kenyataannya beberapa disertasi calon doktor dari Australia justru dikirimkan kepada Gus Dur untuk dikoreksi, dibimbing yang kemudian dipertahankan di hadapan sidang akademik.
Perjalanan Karir
Sepulang dari pegembaraanya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, tokoh muda ini bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian ia menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Ia kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak. Djohan Efendi, seorang intelektual terkemuka pada masanya, menilai bahwa Gus Dur adalah seorang pencerna, mencerna semua pemikiran yang dibacanya, kemudian diserap menjadi pemikirannya tersendiri. Sehingga tidak heran jika tulisan-tulisannya jarang menggunakan foot note.
Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.
Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula ia merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap ‘menyimpang’-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Ia juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.
Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-’aqdi yang diketuai K.H. As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Meskipun sudah menjadi presiden, ke-nyleneh-an Gus Dur tidak hilang, bahkan semakin diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Dahulu, mungkin hanya masyarakat tertentu, khususnya kalangan nahdliyin yang merasakan kontroversi gagasannya. Sekarang seluruh bangsa Indonesia ikut memikirkan kontroversi gagasan yang dilontarkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid.
Catatan perjalanan karier Gus Dur yang patut dituangkan dalam pembahasan ini adalah menjadi ketua Forum Demokrasi untuk masa bakti 1991-1999, dengan sejumlah anggota yang terdiri dari berbagai kalangan, khususnya kalangan nasionalis dan non muslim. Anehnya lagi, Gus Dur menolak masuk dalam organisasi ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Tidak hanya menolak bahkan menuduh organisai kaum ‘elit Islam’ tersebut dengan organisasi sektarian.
Dari paparan tersebut di atas memberikan gambaran betapa kompleks dan rumitnya perjalanan Gus Dur dalam meniti kehidupannya, bertemu dengan berbagai macam orang yang hidup dengan latar belakang ideologi, budaya, kepentingan, strata sosial dan pemikiran yang berbeda. Dari segi pemahaman keagamaan dan ideologi, Gus Dur melintasi jalan hidup yang lebih kompleks, mulai dari yang tradisional, ideologis, fundamentalis, sampai moderrnis dan sekuler. Dari segi kultural, Gus Dur mengalami hidup di tengah budaya Timur yang santun, tertutup, penuh basa-basi, sampai denga budaya Barat yang terbuka, modern dan liberal. Demikian juga persentuhannya dengan para pemikir, mulai dari yang konservatif, ortodoks sampai yang liberal dan radikal semua dialami.
Pemikiran Gus Dur mengenai agama diperoleh dari dunia pesantren. Lembaga inilah yang membentuk karakter keagamaan yang penuh etik, formal, dan struktural. Sementara pengembaraannya ke Timur Tengah telah mempertemukan Gus Dur dengan berbagai corak pemikirann Agama, dari yang konservatif, simbolik-fundamentalis sampai yang liberal-radikal. Dalam bidang kemanusiaan, pikiran-pikiran Gus Dur banyak dipengaruhi oleh para pemikir Barat dengan filsafat humanismenya. Secara rasa maupun praktek prilaku yang humanis, pengaruh para kyai yang mendidik dan membimbingnya mempunyai andil besar dalam membentuk pemikiran Gus Dur. Kisah tentang Kyai Fatah dari Tambak Beras, KH. Ali Ma’shum dari Krapyak dan Kyai Chudhori dari Tegalrejo telah membuat pribadi Gus Dur menjadi orang yang sangat peka pada sentuhan-sentuhan kemanusiaan.
Dari segi kultural, Gus Dur melintasi tiga model lapisan budaya. Pertama, Gus Dur bersentuhan dengan kultur dunia pesantren yang sangat hierarkis, tertutup, dan penuh dengan etika yang serba formal; kedua, dunia Timur yang terbuka dan keras; dan ketiga, budaya Barat yang liberal, rasioal dan sekuler. Kesemuanya tampak masuk dalam pribadi dan membetuk sinergi. Hampir tidak ada yang secara dominan berpengaruh membentuk pribadi Gus Dur. Sampai sekarang masing-masing melakukan dialog dalam diri Gus Dur. Inilah sebabnya mengapa Gus Dur selalu kelihatan dinamis dan suliit dipahami. Kebebasannya dalam berpikir dan luasnya cakrawala pemikiran yang dimilikinya melampaui batas-batas tradisionalisme yang dipegangi komunitasnya sendiri.
Penghargaan
Tokoh 1990, Majalah Editor, tahun 1990
Ramon Magsaysay Award for Community Leadership, Ramon Magsaysay Award Foundation, Philipina, tahun 1991
Islamic Missionary Award from the Government of Egypt, tahun 1991
Penghargaan Bina Ekatama, PKBI, tahun 1994
Man Of The Year 1998, Majalah berita independent (REM), tahun 1998
Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of Twente, tahun 2000
Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, tahun 2000
Doctor Honoris Causa dalam bidang Philosophy In Law dari Universitas Thammasat Thaprachan Bangkok, Thailand, Mei 2000
Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panthéon-Sorbonne) pada bidang ilmu hukum dan politik, ilmu ekonomi dan manajemen, dan ilmu humaniora, tahun 2000
Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University, September 2000
Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2000
Ambassador for Peace, salah satu badan PBB, tahun 2001
Doctor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang, tahun 2002
Doctor Honoris Causa bidang hukum dari Konkuk University, Seoul Korea Selatan, 21 Maret 2003.
Medals of Valor, sebuah penghargaan bagi personal yang gigih memperjuangkan pluralisme dan multikulturalisme, diberikan oleh Simon Wieshenthal Center (yayasan yang bergerak di bidang penegakan HAM dan toleransi antarumat beragama), New York, 5 Maret 2009.
Penghargaan nama Abdurrahman Wahid sebagai salah satu jurusan studi Agama di Temple University, Philadelphi, 5 Maret 2009.
Dan penghargaan-penghargaan lainnya…
(Diambil dari berbagai sumber…)
http://wiwitfatur.wordpress.com/2009/04/21/biografi-abdurrahman-wahid/ Di akses tgl 17 November 2009
Wednesday, June 3, 2009
tarjamah_al qiroah
Pendahuluan
Beberapa kekeliruan ilmiah yang beredar di kalangan penggiat pendidikan adalah ide dan pemikiran yang berhubungan dengan pendidikan dalam perspektif Islam, bahwa Islam memandang pendidikan dengan perspektif klasik yang tidak lagi relevan dengan realitas kehidupan abad 20, sehingga tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya karena tidak mampu menghadapi problematika kontemporer.
Sejak awal kemunculannya, Islam bersikap lemah lembut terhadap kekeliruan pemikiran tersebut, sehingga dijadikan senjata oleh orang-orang yang membenci Islam untuk mempersempit dan membatasi wilayah ekspansinya. Akan tetapi waktu jualah yang membuktikan bahwa kebenaran Islam itu selalu lebih solid dari pemikiran yang keliru itu, bahkan bentangan sayap Islam semakin bertambah, tidak terpengaruh sedikitpun oleh kekeliruan, sebagaimana hasutan para pendengki Islam dan orang-orang beriman tidak berpengaruh sedikitpun bagi kemuliaan Islam dan keteguhan mereka.
Hanya saja, sekarang Islam, umat Islam dan kita semua harus bisa bersikap lebih waspada dan hati-hati, sebab kekeliruan yang dipropagandakan oleh orang-orang yang membenci Islam, -karena ketidaktahuan- direpitisi oleh beberapa pakar pendidikan muslim. Sementara orang-orang yang tulus ikhlas menentang dan meluruskan kekeliruan tersebut adalah dalam kapasitas mereka sebagai individu sehingga perjuangan merekapun terbatas. Perjuangan yang tergolong amal soleh dan wajib ditegakkan itu justeru tidak mendapat dukungan dari lembaga-lembaga pendidikan dan pusat-pusat penelitian, padahal secara birokrasi, finansial dan efektivitas perjuangan kemampuan lembaga-lembaga dan pusat-pusat penelitian tesebut jauh di atas kemampuan personal-individual.
Kekeliruan pemikiran yang diusung oleh musuh-musuh dan pihak-pihak yang membenci Islam bukanlah perkara yang membahayakan Islam dan umatnya. Justeru ide-ide yang dikemukakan beberapa orang Islam sendiri yang sebenarnya berpotensi mengancam, bukan semata karena ide-ide tersebut kontradiktif tetapi karena keutuhan masyarakat dan perangkat aturannya dirongrong oleh interen umat Islam. Kemudian ditambah sikap pasrah kita yang menerima anggapan bahwa Islam tidak berdaya menjawab problematika kontemporer sebgaimana dikehendaki musuh-musuh Islam dan umat Islam sejak dulu kala, dan terutama di era blokade modern -antara blok Barat dan Timur- dimana mereka menginginkan kita umat Islam hancur di salah satu medan pertempuran, atau kita hidup sebagai pengekor bangsa lain, padahal seharusnya kitalah yang menentukan kemaslahatan-kemasalahatan bangsa, di tangan kitalah nasib kita, dan seharusnya kita memmpunyai kepribadian yang independen yang tidak memihak ke salah satu blok, sehingga kita sadar benar akan eksistensi dan kemampuan kita dan bangsa lain pun mengetahui eksistensi kita. Sebab dengan kepribadian yang independen inilah kita bisa berperan dan memberi kontribusi bagi kemanusiaan.
Untuk tujuan itulah –bukan tujuan kesombongan dan fanatisme keagamaan- makalah ini disusun, didalamnya menegaskan bahwa Islam –sebagai warisan spiritual, intelektual dan kultural- mampu menjawab problematika kontemporer yang muncul dalam bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya. Tetapi kita dijauhkan dari Islam oleh para propagandis yang menyebarkan gagasan-gagasan yang keliru, sehingga di satu sisi merenggangkan jarak antara kita dan kepribadian bangsa, dan antara kesempatan untuk benar-benar menjadi orang yang maju di sisi lain, yang mengancam wujud dan eksistensi kita.
Warisan Pendidikan Islam
Pada permulaan abad keenam H di mana Islam mencapai zaman keemasannya dalam bidang kebudayaan, umat Islam ketika itu mewariskan kepada kita warisan pendidikan yang mulia, akan tetapi kita hanya mempunyai pengetahuan sedikit tentangnya, dikarenakan memang benar-benar tidak tahu, atau karena bertaqlid kepada pakar pendidikan Barat, atau karena kesengajaan, atau enggan menerima Islam sebagaimana adanya. Kita berlari di belakang hegemoni Barat dan orang-orang yang membenci kita yang mengemukakan pendapatnya tentang Islam khususnya dan tentang agama-agama lain, bukti-bukti pertentangan dan stagnasi. Padahal pada hakekatnya, Islam dan agama-agama lain merupaka risalah kebudayaan dan kemajuan jika kebudayaan dipahami sebagaimana mestinya, yakni ia berkembang seiring dengan perkembangan manusia dari derajat kebinatangannya menuju derajat kemanusiaan yang tinggi dimana manusia tidak hanya memenuhi hajat jasmaniahnya saja.
Ketidaktahuan kita tentang warisan pendidikan Islam, tidak akan mengurangi sedikitpun martabat dan kedudukan Islam dan pendidikan Islam. Justeru akan menurunkan martabat mereka yang tidak mengetahuinya, atau mereka yang berpura-pura tidak mengetahuinya.^^^ :)
Tuesday, December 9, 2008
Sumpah Pemuda


Sumpah Pemuda dan Generasi Muda BangsaSejarah Indonesia telah menempatkan generasi muda dalam posisi yang sangat strategis. Pada setiap kurun sejarah perjuangan, generasi muda selalu tampil memberikan jawaban yang tepat atas tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perjuangan generasi muda yang diilhami dengan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada cita-cita nasional memilki nilai histories, yang menentukan arah dan tujuan perjuangan bangsa Indonesia untuk masa-masa selanjutnya.
Dalam kontek sejarah, perjuangan generasi muda telah berkembang sejak zaman penjajahan. Hal itu ditandai dengan berkobarnya semangat patriotisme dan kepeloporan generasi muda untuk menghapus kolonialisme. Tidak sedikit pahlawan-pahlawan besar, seperti Pangeran Diponegoro, Untung Suropati, Imam Bonjol, Si Singamangaraja, Tjut Nya' dien, dan lainnya, yang ikut andil berjuang mengusir penjajah. Dengan memanggul senjat apa adanya, mereka melawan untuk melepaskan diri dari penjajah yang telah menindas dan merampas hak-hak mereka. Akan tetapi, perjuangan yang banyak menelan korban jiwa dan raga tersebut dapat dipatahkan dengan mudah, sebab sifat perjuangan mereka sangat sporadis dan dalam lingkup local, disamping bentuknya yang sederhana.
Babak selanjutnya, tahun 1908, perjuangan generasi muda mempunyai format dan nuansa baru. Perjuangan mereka telah dinafasi oleh semangat kebangsaan dan dengan menggunakan organisasi, sebagai strategi perjuangan. Hal ini ditandai dengan berdirinya Budi Utomo sebagai suatu organisasi kepemudaan, yang memfokuskan aktivitas perjuangannya pada kegiatan-kegiatan pendidikan dan pembinaan pengembangan kesadaran nasionalisme.
Selanjutnya, dalam waktu sekitar dua dekade, kristalisasi rangkaian perjuangan generasi muda mengarah pada suatu tujuan yang lebih kongkrit. Pada tanggal 28 oktober 1928 generasi muda mencetuskan '' Sumpah Pemuda '' yang menyatakan ikrar bahwa: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa: Indonesia. Sumpah pemuda yang menggema di seluruh tanah air telah menyadarkan bangsa Indonesia, baha hakikat dan arah perjuangan mengarah pada suatu konsepsi berdirinya Negara republik Indonesia. Oleh karena itu, sumpah pemuda merupakan tongak sejarah yang monumental, sebab generasi muda telah meletakkan kerangka landasan atau '' blue print'' perjuangan yang kokoh, yaitu prinsip kebangsaan yang berpijak pada semangat kesatuan dan persatuan bangsa.
Akumulasi proses perjuangan bangsa Indonesia mencapai puncak prestasinya pada tahun 1945. pada tanggal 17 agustus 1945, bertempat di jalan pegangsaan timur, Jakarta bangsa Indonesia diwakili Soekarno dan Moh. Hatta, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Bangsa Indonesia menyatakan kedaulatan sebagai Negara yang bebas dari belenggu penjajahan dan berhak untuk membangun bangsanya di diatas kekuatan sendiri.
A. Pengertian Sumpah Pemuda
Sumpah pemuda adalah suatu hal yang yang telah di cetuskan oleh para muda bangsa pada jaman pergerakan nasional yang mana seluruh pemuda bangsa indonesia bersatu padu bersama-sama meikrarkan diri sebagai bentuk pembelaannya kepada negara indonesia. Mereka telah menyatukan tekad untuk bisa mengusir penjajah dan memperoleh kemerdekaan.sumpah pemuda juga sangat berkait dengan langkah-langkah kaum muda masa pergerakan yang mana mereka benar-benar berkomitmen dan memutuskan untuk melahirkan bentuk organisasi yang bernama Budi Utomo. Sumpah Pemuda adalah suatu hal yang pada saat itu telah menjadi sebuah penyemangat bangsa Indoneia, menyadarkan pemuda, rakyat, dan semua elemen masyarakat yang majemuk atau beraneka ragam ras atau suku untuk bersatu menjadi satu bangsa yaitu bangsa Indonesia
Singkatnya, arti Sumpah Pemuda adalah pernyataan yang tegas mewujudkan tekad persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia inilah arti sejarah yang paling penting dari sumpah pemuda, karena sumaph pemuda telah mampu memberi jawaban yang paling tepat untuk mencapai cita-cita Indonesia merdeka, hanya dengan persatuan seluruh bangsa Indonesia maka negara Indonesia dapat direbut dari tangan penjajah. Dan akhirnya diproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945.
Sumpah pemuda suatu hal yang telah dicetuskan oleh generasi muda yang mana saat itu diselenggarakan rapat akbar para pemuda yang dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda, seperti jong java, jong ambon, jong celebes, jong batak, jong sumatra, dan masih banyak lagi.
Adapun isi sumpah pemuda sebagai berikut:
Pertama. Kami putra dan putri indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Kedua, kami putra dan putri indonesia, mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia.
Ketiga. Kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa satu bahasa Indonesia.
Ketiga poin penting itulah yang hingga kini populer dengan nama Sumpah Pemuda.
B. Sejarah Sumpah Pemuda
Tanggal 28 oktober 1928, merupakan hari bersejarah bagi bangsa Idonesia. Khususnya para pemuda-pemudi Indonesia, pada hari itulah sumpah pemuda dikumandangkan. Untuk mengetahui sejarah sumpah pemuda, telah ada beberapa pendapat dari pakar sejarah yang menjelaskan sejarah sumpah pemuda salah satunya sebagaimana yang dijelaskan oleh joy setiawan sebagai berikut:
Gagasan penyelenggaraaan kongres pemuda kedua berasal dari perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Rapat yang pertama, pada hari sabtu 27 oktober 1928, di gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), lapangan banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Muhammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan indonesia yaitu Sejarah, Bahasa, Hukum Adat, Pendidikan, dan Kemauan.
Rapat kedua, Minggu, 28 oktober 1928 di gedung Oost Java Bioscop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara yaitu Poernomo woelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sepandapat bahwa anak harus mendapatkan pendidikan kebangsaan, harus pula ada kesimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada sesi berikutnya Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, sebagai hal yang di butuhkan alam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu ‘’Indonesia ‘’ karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. lagu Indonesia Raya dipublikasiakan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar sin po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya tanpa memperdulikan pelarangan tersebut.
Menurut sumber lain menjelaskan bahawa terjadinya sumpah pemuda terlahir malalui sejarah yang sangat panjang, atas inisiatif dari PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) yang berangotakan pelajar-pelajar dari seluruh Indonesia ,diselenggarakan rapat akbar para pemuda yang dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda, sepeti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Celebes dan lainnya, rapat tersebut akhirnya mencetuskan tiga butir pion penting yaitu:
“ pertama kami putra dan putri indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.”
“Kedua kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.”
“Ketiga, kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”
Ketiga poin diatas menjadi istilah yang terkenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Itulah sejarah singkat lahirnya sumpah pemuda yang penuh dengan persatuan tekad bulat para generasi muda demi mencapai negara yang merdeka.
C. Peran Generasi Muda Dalam Sejarah Perjuangan Bangsa
Dalam latar belakang diatas telah disampaikan bahwa peran generasi muda sangat menonjol sekali, mereka senantiasa tampil sebagai pelopor dalam setiap babak perjuangan bangsa.
Jika kita kembali pada sejarah perjuangan nasional, maka tampak jelas bahwa pemuda selalu ikut tampil kedepan dan memainkan peranan yang penting. Lahirnya Budi Utomo di tahun 1908, yang merupakan babak baru dalam merintis perjuangan kemerdekaan nasional dengan cara modern, jelas dipelopori oleh kaum muda. Setelah melalui proses pematangan sejarah yang cukup lama maka pada tahun 1928 lahir pula Sumpah Pemuda yang merupakan tonggak sejarah terpenting dari bangkitnya kembali kesadaran kesatuan Indonesia. Gagasan dan keputusan besar ini pun juga dipelopori oleh pemuda. Gerakan perjuangan kemerdekaan kita pun terus maju sehingga tercapainya proklamasi kemerdekaan Indonesian pada tahun 1945. para kaum muda bertekad untuk membangun Indonesia baru yang murni dan konsekuen dan berpegang teguh pada pancasila dan Undang-Undang Dasar '45.
Kilas balik dari peranan generasi muda sebagai perintis dan pelopor dalam setiap peristiwa-peristiwa besar politik pada masa lalu tersebut sangatlah penting, karena dari latar belakang sejarah itulah generasi muda menjadi tahu apa yang menjadi amanat sebagai generasi penerus bangsa dalam pembangunan nasional.
Sumpah Pemuda merupakan satu tonggak sejarah yang sangat monumental yang mengandung ilham kepatriotan dan kepahlawanan.sumpah pemuda merupakan puncak dari kebangkitan nasional yang bermula dari lahirnya budi utomo 2 tahun sebelumnya. Sumpah pemuda juga sekaligus merupakan awal babak baru dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia yang mana dilandasi dengan tekad persatuan nasional yang mengatasi berbagai kemajemukan dan keanekaan yang dikandung oleh bumi nusantara ini.
Kita sebagai generasi muda seharusnya bisa menghayati arti besar sumpah pemuda. Tidak hanya sebagai pengertian, namun juda dalam semangat, jiwa dan pemikiran kita. Dulu, betapa hebatnya para pemuda bangsa dalam mengorganisir dan mempelopori persatuan dengan suasana yang masih mencekam dibawah pemerintahan hindia-belanda. Kini, mungkin penjajah bukan dari bangsa lain , tapi bangsa sendiri. Banyak hal yang harus kita benahi. Sebagai pemuda, kita harus bisa menjadi tonggak perubahan, pelopor persatuan dan pengharum bangsa.
Dalam istilah mahasiswa ada namanya agent of change ‘’ yang mana mahasiswa dituntut untuk bisa memaknai istilah tersebut. Dalam memahami istilah tersbut setidaknya ada tiga kriteria diantaranya:
Pertama, Ideologi Kemanusiaan. Organisasi mahasiswa saat ini masih saja terjebak pada persoalan ideologi yang membuat mereka saling bertarung satu sama lain. Akibatnya, terjadi perebutan lahan dan kader-kader baru. Hal ini menjadi kontra produktif dalam penyelesaian masalah masalah bangsa. Oleh karena itu, perlu dilakukan migrasi dan ideologi sektarian menuju ideologi kemanusiaan yang yang bersifat universal.
Kedua, Aksi Berbasis Intelektual. Selama ini demonstrasi yang dilakukan organisasi mahasiswa cenderung tidak matang karena emosi dan keharusan reson yang cepat. Sehingga pembahasan konsep tidak matang. Di jerman misalnya, para mahasiswa sebelum turun ke jalan mengkaji secara komprehensif problem yang akan mereka suarakan. Bahkan kajian dilakukan layaknya penelitian. Jadi lewat pemikiran yang matang dan perencanaan yang sistematis, aksi dapat terkontrol, bebobot, dan bisa meyakinkan pihak-pihak yang berkepentingan.
Ketiga, tak sekedar wacana. Organisasi mahasiswa memang telah berhasil membentuk kadr yang kritis, vokal dan pandai beretorika. Namun, persoalan tidak terpecahkan hanya lewat diskusi dan dataran teorititasi saja. Oleh karena itu, wacana yang diusung oleh mahasiswa juga mesti menyentuh aspek-aspek aplikatif. Misalnya, ketika mahasaiwa marah karena pemerintah menaikkan harga BBM harusnya dibarengai aksi nyata memakai sepeda. Mudah-mudahan dengan semangat sumpah pemuda ini kita bisa mengimplementasikan apa yang telah kita ucapkan.
Becermin dari pengalaman sejarah di masa lampau, baik dimasa kejayaan ataupun masa kegelapan yang pernah dialami bangsa ini sebagaimana yang dialami oleh bangsa-bangsa lain dim seantero penjuru dunia, hendaklah kita mengambil hikmah dari semua itu dengan memetik sisi positif dari masa kejayaan dan prestasi gilang-gemilang yang sempat diraih oleh para leluhur dan pendiri bangsa ini sebagai inspirasi sekaligus motivator bagi generasi penerus cita-cita sumpah pemuda , proklamasi ;45, serta pancasila sebagai landasan riil bangsa Indonesia. Serta sebisa mungkin kita menghindari sisi-sisi negatif dari masa kegelapan bangsa indonesian ini. Selalu berusaha penuh untuk tidak mengulangi kembali kesalahan dimasa lalu yang menyababkan bangsa dan negara kita kian terpuruk dalam jurang kenistaan, perpecahan antar sesama anak bangsa yang berujng pada kehancuran tatanan nkri, pancasila, dan UUD 1945.
Hal yang perlu untuk diingat dalam hati, pikiran, dan gerak dinamis seluruh warga negara indonesia sebagai suatu hal yang patut diteladani oleh setiap generasi penerus bangsa adalah : sikap hidup dan semangat juang dari para leluhur dan pendiri bangsa ini untuk tidak mengenal kata menyerah dalam upaya menaikkan harkat dan martabat bangsa indonesia dalam kerangka sebuah negara kesatuan yang berbentuk republik setara dengan negara manapun diberbagai penjuru dunia
D. Makna Sumpah Pemuda Bagi Generasi Bangsa
Nilai nasionalisme atau rasa kesadaran nasional tahun 1908 terus berkembang dengan sebur membakar semangat pemuda-pemuda Indonesia, dan mencapai puncaknya dengan lahirnya Sumpah Pemuda 28 oktober 1928. Kaum muda mempelopori tekat untuk menjadi satu bangsa bangsa Indonesia, bersepakat untuk menggunakan satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia, dan bersumpah untuk mencintai tanah air, tanah air Indonesia yang kaya raya dan indah. Dengan berdirinya Sumpah Pemuda maka hal tersebut sudah seharusnya menjadi salah satu komitmen bagi kaum muda sekarang untuk terus maju berjuang sekuat tenaga dal;an membangun bangsa yang besar ini. Kita tahu bahwa Negara Indonesia sekarang ini sedang mengalami banyak masalah besar yang harus mau tidak mau segera diselesaikan agar supaya cita cita bangsa ini bisa segera tercapai, generasi muda skarang sehsrusnya bisa mengambil hikmah dari para muda dulu yang benar benar menjadikan sumpah pemuda sebagai pembakar api kesemangatan dalam merebut kemerdekaan.jika dahulu para muda bejuang untuk kemerdekaan, kini pemuda abad modern harus bisa mengisi kemerdekaan ini dengan membangun Negara menjadi lebih maju dan bisa bersaing dengan Negara-negara lain. Kenapa demikian, sebab suatu Negara tidak akan pernah berkembag jika tak satu pun pemudanya yang mau untuk mengubah nasib bangsa ini, ditangan pemudalah masa depan yang jauh lebih hebat tantangan yang harus dihadapi. Tanpa adanya tekad generasi muda saat ini maka sampai kapan negara Indonesia ini akan tepuruk dalam ketertinggalan walaupun sebenarnya telah banyak hal yang telah diciptakn oleh generasi bangsa ini. Jadi makna pancasila tidak akan berarti apa-apa jika generasi muda tetap terlena dengan keberhasilan yang telah dicapi saat ini,sudah saatnya generasi muda sekarang berlomba lomba untuk membangun Negara ini dengan baik dan selalu berpegang pada dasar Negara dan sesuai dengan isi sumpah pemuda.
Gelora semangat perjuangan para pemuda pergerakan 1928 demi terwujuudnya persatuan dan kesatuan nasional adalah suatu karya besar yang dipersembahkan oleh generasi muda dimasa itu hungga detik ini. Suatu karya sebagai dasar berdirinya negara kesatuan republik indonesia. Mengingat betapa sulitnya proses terciptanya kesepakatan antar pemuda pergerakan, pemimpin kedaerahan, dan para rohaniwan untuk serta merta turut meleburkan diri dalam satu ikatan tali perjuangan atas dasar rasa persaudaraan, senasib, sepenanggungan guna mencapai cita-cita bersama yaitu kemerdekaan, sudah sepantasnyalah kita sebagai generasi muda penerus bangsa yang kini dapat menikmati hidup di alam kemerdekaan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur daripada sumpah pemuda yang telah diikrarkan pada 28 oktober 1928.
Sumpah pemuda adalah : sebuh warisan luhur para pejuang pendiri bangsa yang tiada ternilai harganya, yang wajib kita jaga, bela, dan pertahankan keutuhan dan kekokohannya. Dengan berdirinya sumpah pemuda berarti telah menjadi jelas apa yang menjadi tujuan para generasi muda pada era pergerakan dan saat sekarang. Sumpah pemuda juga telah mampu menjadikan bangsa ini kembali bersatu padu demi meraih kemerdekaan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Akhir pembahasan ini kami ingin menyimpulkan bagaimana seharusnya generasi muda memaknai hakikat Sumpah Pemuda. Dari uraian di atas telah kita pahami bahwa kalau kita lihat latar belakang sejarah lahirnya sumpah pemuda dan bagaimana kaum muda saat itu dimasa-masa pergerakan demi meraih cita-cita agung, maka kita sebagai generasi masa depan harus lebih giat lagi dan harus berupaya untuk bisa mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan olen para leluhur kita dengn sebaik-baiknya.kalau dulu dimasa pergerakan para kaum muda bertekad bulat menyatukan kehendak dan tujuan untuk bisa keluar dari penjajahan dan bisa meraih kemerdekaan kini sekarang tugas para generasi muda untuk bisa mengisi kemerdekaan tersebut. kaum muda sekarang seharusnya bersatu padu untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada dan bisa ikut andil dalam kemajuan negara indonesia.
Adapun dari uraian di atas dapat kita simpulkan sebagai berikut:
Sejarah sumpah pemuda telah menjadi sebuah sejarah berharga dan menjadi salah satu alat pemersatu bangsa dan penyemangat bagi kaum muda pada saat pergerakan. Peran generasi muda yang begitu besar yang akhirnya dapat meraih kemerdekaan indonesia. hal ini terbukti saat zaman pergerakan para generasi muda menyatukan tekad untuk bisa meraih kemerdekaan, mereka mengadakan perkumpulan dan akhirnya terrcetuslah sumpah pemuda.
Sumpah pemuda adalah suatu hal yang telah dicetuskan oleh para generasi muda bangsa pada zaman pergerakan nasional yang mana seluruh pemuda bangsa Indonesia bersatu padu bersama-sama mengikrarkan diri sebagai bentuk pembelaan kepada negara indonesia. Sumpah Pemuda juga berkaitan dengan langkah-langkah kaum muda masa pergerakan yang mana mereka benar-benar berkomitmen dan memutuskan untuk melahirkan sebuah organisasi yang diberi nama budi utomo.
Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 oktober 1928, latar belakang terjadinya Sumpah Pemuda diawali dari sebuah usulan dari para pemuda yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) yang mengusulkan untuk mengadakan kongres atau rapat akbar untuk membahas tentang arah dan tujuan generasi muda saat itu. Kongres tersebut dihadiri oleh wakil-wakil organisai pemuda di seluruh indonesia diantaranya seperti: Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Celebes dan lainnya, rapat tersebut akhirnya mencetuskan tiga butir poin penting yaitu:
“ Pertama, Kami Putra Dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia.”
“Kedua Kami Putra Dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia.”
“Ketiga, Kami Putra Dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.”
Ketiga poin diatas menjadi istilah yang terkenal dengan sebutan Sumpah Pemuda
Peran generasi muda saat pergerakan nasional dapat dikatakan sungguh luar biasa, akan tetapi hal ini seharusnya bisa menjadikan inspirasi kaum muda sekarang untuk bisa lebih semangat dan berjuang untuk memegang amanat yang telah di berikan oleh leluhur kita. maju dan tidaknya bangsa ini akan terlihat pada bagaimana generasi mudanya, sebab generasi mudalah yang nantinya akan meneruskan kepemerintahan nageri ini dan ditangan pemudalah kemana negara ini akan dibawa.
Makna sumpah pemuda bagi generasi muda yaitu dengan lahirnya sumpah pemuda ini maka kaum muda dapat lebih termotivasi untuk maju dan pantang menyerah, sebagaimana yang telah dilakukan oleh kaum muda kita di masa pergerakan nasional.wallahu a'lam bissowaab
Daftar pustaka
Moh, yahya dkk.1992.Harapan Pak Harto Kepada Generasi Muda Indonesia.Jakarta: Kantor Menteri Negara Pemuda Dan Olahraga
http://indonesiakemaren.blogspot.com/2007/02/sejarah-sumpah-pemuda.htm)
http://www.yahui.net
Babak selanjutnya, tahun 1908, perjuangan generasi muda mempunyai format dan nuansa baru. Perjuangan mereka telah dinafasi oleh semangat kebangsaan dan dengan menggunakan organisasi, sebagai strategi perjuangan. Hal ini ditandai dengan berdirinya Budi Utomo sebagai suatu organisasi kepemudaan, yang memfokuskan aktivitas perjuangannya pada kegiatan-kegiatan pendidikan dan pembinaan pengembangan kesadaran nasionalisme.
Selanjutnya, dalam waktu sekitar dua dekade, kristalisasi rangkaian perjuangan generasi muda mengarah pada suatu tujuan yang lebih kongkrit. Pada tanggal 28 oktober 1928 generasi muda mencetuskan '' Sumpah Pemuda '' yang menyatakan ikrar bahwa: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa: Indonesia. Sumpah pemuda yang menggema di seluruh tanah air telah menyadarkan bangsa Indonesia, baha hakikat dan arah perjuangan mengarah pada suatu konsepsi berdirinya Negara republik Indonesia. Oleh karena itu, sumpah pemuda merupakan tongak sejarah yang monumental, sebab generasi muda telah meletakkan kerangka landasan atau '' blue print'' perjuangan yang kokoh, yaitu prinsip kebangsaan yang berpijak pada semangat kesatuan dan persatuan bangsa.
Akumulasi proses perjuangan bangsa Indonesia mencapai puncak prestasinya pada tahun 1945. pada tanggal 17 agustus 1945, bertempat di jalan pegangsaan timur, Jakarta bangsa Indonesia diwakili Soekarno dan Moh. Hatta, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Bangsa Indonesia menyatakan kedaulatan sebagai Negara yang bebas dari belenggu penjajahan dan berhak untuk membangun bangsanya di diatas kekuatan sendiri.
A. Pengertian Sumpah Pemuda
Sumpah pemuda adalah suatu hal yang yang telah di cetuskan oleh para muda bangsa pada jaman pergerakan nasional yang mana seluruh pemuda bangsa indonesia bersatu padu bersama-sama meikrarkan diri sebagai bentuk pembelaannya kepada negara indonesia. Mereka telah menyatukan tekad untuk bisa mengusir penjajah dan memperoleh kemerdekaan.sumpah pemuda juga sangat berkait dengan langkah-langkah kaum muda masa pergerakan yang mana mereka benar-benar berkomitmen dan memutuskan untuk melahirkan bentuk organisasi yang bernama Budi Utomo. Sumpah Pemuda adalah suatu hal yang pada saat itu telah menjadi sebuah penyemangat bangsa Indoneia, menyadarkan pemuda, rakyat, dan semua elemen masyarakat yang majemuk atau beraneka ragam ras atau suku untuk bersatu menjadi satu bangsa yaitu bangsa Indonesia
Singkatnya, arti Sumpah Pemuda adalah pernyataan yang tegas mewujudkan tekad persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia inilah arti sejarah yang paling penting dari sumpah pemuda, karena sumaph pemuda telah mampu memberi jawaban yang paling tepat untuk mencapai cita-cita Indonesia merdeka, hanya dengan persatuan seluruh bangsa Indonesia maka negara Indonesia dapat direbut dari tangan penjajah. Dan akhirnya diproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945.
Sumpah pemuda suatu hal yang telah dicetuskan oleh generasi muda yang mana saat itu diselenggarakan rapat akbar para pemuda yang dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda, seperti jong java, jong ambon, jong celebes, jong batak, jong sumatra, dan masih banyak lagi.
Adapun isi sumpah pemuda sebagai berikut:
Pertama. Kami putra dan putri indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Kedua, kami putra dan putri indonesia, mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia.
Ketiga. Kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa satu bahasa Indonesia.
Ketiga poin penting itulah yang hingga kini populer dengan nama Sumpah Pemuda.
B. Sejarah Sumpah Pemuda
Tanggal 28 oktober 1928, merupakan hari bersejarah bagi bangsa Idonesia. Khususnya para pemuda-pemudi Indonesia, pada hari itulah sumpah pemuda dikumandangkan. Untuk mengetahui sejarah sumpah pemuda, telah ada beberapa pendapat dari pakar sejarah yang menjelaskan sejarah sumpah pemuda salah satunya sebagaimana yang dijelaskan oleh joy setiawan sebagai berikut:
Gagasan penyelenggaraaan kongres pemuda kedua berasal dari perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Rapat yang pertama, pada hari sabtu 27 oktober 1928, di gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), lapangan banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Muhammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan indonesia yaitu Sejarah, Bahasa, Hukum Adat, Pendidikan, dan Kemauan.
Rapat kedua, Minggu, 28 oktober 1928 di gedung Oost Java Bioscop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara yaitu Poernomo woelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sepandapat bahwa anak harus mendapatkan pendidikan kebangsaan, harus pula ada kesimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada sesi berikutnya Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, sebagai hal yang di butuhkan alam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu ‘’Indonesia ‘’ karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. lagu Indonesia Raya dipublikasiakan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar sin po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya tanpa memperdulikan pelarangan tersebut.
Menurut sumber lain menjelaskan bahawa terjadinya sumpah pemuda terlahir malalui sejarah yang sangat panjang, atas inisiatif dari PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) yang berangotakan pelajar-pelajar dari seluruh Indonesia ,diselenggarakan rapat akbar para pemuda yang dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda, sepeti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Celebes dan lainnya, rapat tersebut akhirnya mencetuskan tiga butir pion penting yaitu:
“ pertama kami putra dan putri indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.”
“Kedua kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.”
“Ketiga, kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”
Ketiga poin diatas menjadi istilah yang terkenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Itulah sejarah singkat lahirnya sumpah pemuda yang penuh dengan persatuan tekad bulat para generasi muda demi mencapai negara yang merdeka.
C. Peran Generasi Muda Dalam Sejarah Perjuangan Bangsa
Dalam latar belakang diatas telah disampaikan bahwa peran generasi muda sangat menonjol sekali, mereka senantiasa tampil sebagai pelopor dalam setiap babak perjuangan bangsa.
Jika kita kembali pada sejarah perjuangan nasional, maka tampak jelas bahwa pemuda selalu ikut tampil kedepan dan memainkan peranan yang penting. Lahirnya Budi Utomo di tahun 1908, yang merupakan babak baru dalam merintis perjuangan kemerdekaan nasional dengan cara modern, jelas dipelopori oleh kaum muda. Setelah melalui proses pematangan sejarah yang cukup lama maka pada tahun 1928 lahir pula Sumpah Pemuda yang merupakan tonggak sejarah terpenting dari bangkitnya kembali kesadaran kesatuan Indonesia. Gagasan dan keputusan besar ini pun juga dipelopori oleh pemuda. Gerakan perjuangan kemerdekaan kita pun terus maju sehingga tercapainya proklamasi kemerdekaan Indonesian pada tahun 1945. para kaum muda bertekad untuk membangun Indonesia baru yang murni dan konsekuen dan berpegang teguh pada pancasila dan Undang-Undang Dasar '45.
Kilas balik dari peranan generasi muda sebagai perintis dan pelopor dalam setiap peristiwa-peristiwa besar politik pada masa lalu tersebut sangatlah penting, karena dari latar belakang sejarah itulah generasi muda menjadi tahu apa yang menjadi amanat sebagai generasi penerus bangsa dalam pembangunan nasional.
Sumpah Pemuda merupakan satu tonggak sejarah yang sangat monumental yang mengandung ilham kepatriotan dan kepahlawanan.sumpah pemuda merupakan puncak dari kebangkitan nasional yang bermula dari lahirnya budi utomo 2 tahun sebelumnya. Sumpah pemuda juga sekaligus merupakan awal babak baru dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia yang mana dilandasi dengan tekad persatuan nasional yang mengatasi berbagai kemajemukan dan keanekaan yang dikandung oleh bumi nusantara ini.
Kita sebagai generasi muda seharusnya bisa menghayati arti besar sumpah pemuda. Tidak hanya sebagai pengertian, namun juda dalam semangat, jiwa dan pemikiran kita. Dulu, betapa hebatnya para pemuda bangsa dalam mengorganisir dan mempelopori persatuan dengan suasana yang masih mencekam dibawah pemerintahan hindia-belanda. Kini, mungkin penjajah bukan dari bangsa lain , tapi bangsa sendiri. Banyak hal yang harus kita benahi. Sebagai pemuda, kita harus bisa menjadi tonggak perubahan, pelopor persatuan dan pengharum bangsa.
Dalam istilah mahasiswa ada namanya agent of change ‘’ yang mana mahasiswa dituntut untuk bisa memaknai istilah tersebut. Dalam memahami istilah tersbut setidaknya ada tiga kriteria diantaranya:
Pertama, Ideologi Kemanusiaan. Organisasi mahasiswa saat ini masih saja terjebak pada persoalan ideologi yang membuat mereka saling bertarung satu sama lain. Akibatnya, terjadi perebutan lahan dan kader-kader baru. Hal ini menjadi kontra produktif dalam penyelesaian masalah masalah bangsa. Oleh karena itu, perlu dilakukan migrasi dan ideologi sektarian menuju ideologi kemanusiaan yang yang bersifat universal.
Kedua, Aksi Berbasis Intelektual. Selama ini demonstrasi yang dilakukan organisasi mahasiswa cenderung tidak matang karena emosi dan keharusan reson yang cepat. Sehingga pembahasan konsep tidak matang. Di jerman misalnya, para mahasiswa sebelum turun ke jalan mengkaji secara komprehensif problem yang akan mereka suarakan. Bahkan kajian dilakukan layaknya penelitian. Jadi lewat pemikiran yang matang dan perencanaan yang sistematis, aksi dapat terkontrol, bebobot, dan bisa meyakinkan pihak-pihak yang berkepentingan.
Ketiga, tak sekedar wacana. Organisasi mahasiswa memang telah berhasil membentuk kadr yang kritis, vokal dan pandai beretorika. Namun, persoalan tidak terpecahkan hanya lewat diskusi dan dataran teorititasi saja. Oleh karena itu, wacana yang diusung oleh mahasiswa juga mesti menyentuh aspek-aspek aplikatif. Misalnya, ketika mahasaiwa marah karena pemerintah menaikkan harga BBM harusnya dibarengai aksi nyata memakai sepeda. Mudah-mudahan dengan semangat sumpah pemuda ini kita bisa mengimplementasikan apa yang telah kita ucapkan.
Becermin dari pengalaman sejarah di masa lampau, baik dimasa kejayaan ataupun masa kegelapan yang pernah dialami bangsa ini sebagaimana yang dialami oleh bangsa-bangsa lain dim seantero penjuru dunia, hendaklah kita mengambil hikmah dari semua itu dengan memetik sisi positif dari masa kejayaan dan prestasi gilang-gemilang yang sempat diraih oleh para leluhur dan pendiri bangsa ini sebagai inspirasi sekaligus motivator bagi generasi penerus cita-cita sumpah pemuda , proklamasi ;45, serta pancasila sebagai landasan riil bangsa Indonesia. Serta sebisa mungkin kita menghindari sisi-sisi negatif dari masa kegelapan bangsa indonesian ini. Selalu berusaha penuh untuk tidak mengulangi kembali kesalahan dimasa lalu yang menyababkan bangsa dan negara kita kian terpuruk dalam jurang kenistaan, perpecahan antar sesama anak bangsa yang berujng pada kehancuran tatanan nkri, pancasila, dan UUD 1945.
Hal yang perlu untuk diingat dalam hati, pikiran, dan gerak dinamis seluruh warga negara indonesia sebagai suatu hal yang patut diteladani oleh setiap generasi penerus bangsa adalah : sikap hidup dan semangat juang dari para leluhur dan pendiri bangsa ini untuk tidak mengenal kata menyerah dalam upaya menaikkan harkat dan martabat bangsa indonesia dalam kerangka sebuah negara kesatuan yang berbentuk republik setara dengan negara manapun diberbagai penjuru dunia
D. Makna Sumpah Pemuda Bagi Generasi Bangsa
Nilai nasionalisme atau rasa kesadaran nasional tahun 1908 terus berkembang dengan sebur membakar semangat pemuda-pemuda Indonesia, dan mencapai puncaknya dengan lahirnya Sumpah Pemuda 28 oktober 1928. Kaum muda mempelopori tekat untuk menjadi satu bangsa bangsa Indonesia, bersepakat untuk menggunakan satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia, dan bersumpah untuk mencintai tanah air, tanah air Indonesia yang kaya raya dan indah. Dengan berdirinya Sumpah Pemuda maka hal tersebut sudah seharusnya menjadi salah satu komitmen bagi kaum muda sekarang untuk terus maju berjuang sekuat tenaga dal;an membangun bangsa yang besar ini. Kita tahu bahwa Negara Indonesia sekarang ini sedang mengalami banyak masalah besar yang harus mau tidak mau segera diselesaikan agar supaya cita cita bangsa ini bisa segera tercapai, generasi muda skarang sehsrusnya bisa mengambil hikmah dari para muda dulu yang benar benar menjadikan sumpah pemuda sebagai pembakar api kesemangatan dalam merebut kemerdekaan.jika dahulu para muda bejuang untuk kemerdekaan, kini pemuda abad modern harus bisa mengisi kemerdekaan ini dengan membangun Negara menjadi lebih maju dan bisa bersaing dengan Negara-negara lain. Kenapa demikian, sebab suatu Negara tidak akan pernah berkembag jika tak satu pun pemudanya yang mau untuk mengubah nasib bangsa ini, ditangan pemudalah masa depan yang jauh lebih hebat tantangan yang harus dihadapi. Tanpa adanya tekad generasi muda saat ini maka sampai kapan negara Indonesia ini akan tepuruk dalam ketertinggalan walaupun sebenarnya telah banyak hal yang telah diciptakn oleh generasi bangsa ini. Jadi makna pancasila tidak akan berarti apa-apa jika generasi muda tetap terlena dengan keberhasilan yang telah dicapi saat ini,sudah saatnya generasi muda sekarang berlomba lomba untuk membangun Negara ini dengan baik dan selalu berpegang pada dasar Negara dan sesuai dengan isi sumpah pemuda.
Gelora semangat perjuangan para pemuda pergerakan 1928 demi terwujuudnya persatuan dan kesatuan nasional adalah suatu karya besar yang dipersembahkan oleh generasi muda dimasa itu hungga detik ini. Suatu karya sebagai dasar berdirinya negara kesatuan republik indonesia. Mengingat betapa sulitnya proses terciptanya kesepakatan antar pemuda pergerakan, pemimpin kedaerahan, dan para rohaniwan untuk serta merta turut meleburkan diri dalam satu ikatan tali perjuangan atas dasar rasa persaudaraan, senasib, sepenanggungan guna mencapai cita-cita bersama yaitu kemerdekaan, sudah sepantasnyalah kita sebagai generasi muda penerus bangsa yang kini dapat menikmati hidup di alam kemerdekaan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur daripada sumpah pemuda yang telah diikrarkan pada 28 oktober 1928.
Sumpah pemuda adalah : sebuh warisan luhur para pejuang pendiri bangsa yang tiada ternilai harganya, yang wajib kita jaga, bela, dan pertahankan keutuhan dan kekokohannya. Dengan berdirinya sumpah pemuda berarti telah menjadi jelas apa yang menjadi tujuan para generasi muda pada era pergerakan dan saat sekarang. Sumpah pemuda juga telah mampu menjadikan bangsa ini kembali bersatu padu demi meraih kemerdekaan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Akhir pembahasan ini kami ingin menyimpulkan bagaimana seharusnya generasi muda memaknai hakikat Sumpah Pemuda. Dari uraian di atas telah kita pahami bahwa kalau kita lihat latar belakang sejarah lahirnya sumpah pemuda dan bagaimana kaum muda saat itu dimasa-masa pergerakan demi meraih cita-cita agung, maka kita sebagai generasi masa depan harus lebih giat lagi dan harus berupaya untuk bisa mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan olen para leluhur kita dengn sebaik-baiknya.kalau dulu dimasa pergerakan para kaum muda bertekad bulat menyatukan kehendak dan tujuan untuk bisa keluar dari penjajahan dan bisa meraih kemerdekaan kini sekarang tugas para generasi muda untuk bisa mengisi kemerdekaan tersebut. kaum muda sekarang seharusnya bersatu padu untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada dan bisa ikut andil dalam kemajuan negara indonesia.
Adapun dari uraian di atas dapat kita simpulkan sebagai berikut:
Sejarah sumpah pemuda telah menjadi sebuah sejarah berharga dan menjadi salah satu alat pemersatu bangsa dan penyemangat bagi kaum muda pada saat pergerakan. Peran generasi muda yang begitu besar yang akhirnya dapat meraih kemerdekaan indonesia. hal ini terbukti saat zaman pergerakan para generasi muda menyatukan tekad untuk bisa meraih kemerdekaan, mereka mengadakan perkumpulan dan akhirnya terrcetuslah sumpah pemuda.
Sumpah pemuda adalah suatu hal yang telah dicetuskan oleh para generasi muda bangsa pada zaman pergerakan nasional yang mana seluruh pemuda bangsa Indonesia bersatu padu bersama-sama mengikrarkan diri sebagai bentuk pembelaan kepada negara indonesia. Sumpah Pemuda juga berkaitan dengan langkah-langkah kaum muda masa pergerakan yang mana mereka benar-benar berkomitmen dan memutuskan untuk melahirkan sebuah organisasi yang diberi nama budi utomo.
Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 oktober 1928, latar belakang terjadinya Sumpah Pemuda diawali dari sebuah usulan dari para pemuda yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) yang mengusulkan untuk mengadakan kongres atau rapat akbar untuk membahas tentang arah dan tujuan generasi muda saat itu. Kongres tersebut dihadiri oleh wakil-wakil organisai pemuda di seluruh indonesia diantaranya seperti: Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Celebes dan lainnya, rapat tersebut akhirnya mencetuskan tiga butir poin penting yaitu:
“ Pertama, Kami Putra Dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia.”
“Kedua Kami Putra Dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia.”
“Ketiga, Kami Putra Dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.”
Ketiga poin diatas menjadi istilah yang terkenal dengan sebutan Sumpah Pemuda
Peran generasi muda saat pergerakan nasional dapat dikatakan sungguh luar biasa, akan tetapi hal ini seharusnya bisa menjadikan inspirasi kaum muda sekarang untuk bisa lebih semangat dan berjuang untuk memegang amanat yang telah di berikan oleh leluhur kita. maju dan tidaknya bangsa ini akan terlihat pada bagaimana generasi mudanya, sebab generasi mudalah yang nantinya akan meneruskan kepemerintahan nageri ini dan ditangan pemudalah kemana negara ini akan dibawa.
Makna sumpah pemuda bagi generasi muda yaitu dengan lahirnya sumpah pemuda ini maka kaum muda dapat lebih termotivasi untuk maju dan pantang menyerah, sebagaimana yang telah dilakukan oleh kaum muda kita di masa pergerakan nasional.wallahu a'lam bissowaab
Daftar pustaka
Moh, yahya dkk.1992.Harapan Pak Harto Kepada Generasi Muda Indonesia.Jakarta: Kantor Menteri Negara Pemuda Dan Olahraga
http://indonesiakemaren.blogspot.com/2007/02/sejarah-sumpah-pemuda.htm)
http://www.yahui.net
Subscribe to:
Posts (Atom)